Selamat Datang
Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All
Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All
Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..
Rabu, 17 Juni 2020
Proseding ICBEG Conference 2019
Senin, 10 Februari 2020
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 11 April 2019
Rabu, 13 Februari 2019
Kamis, 07 Februari 2019
TEGAS VS PEMARAH
Assalamualaikum,
Sebelum
menulis tentang perihal dua kata diatas, saya mengucapkan maaf apabila ada
tulisan yang kurang berkenan di hati pembaca hehehe... karena apapun yang saya
tuliskan merupakan imagine dari apa
yang ada di pikiran dan hati ciyeeeee...
Sebenarnya
kita tidak bisa mengatakan bahwa kita ini bukan pemarah, bahwa kita ini baik
hati dan suka menolong bahkan suka menabung hehhehe. Karena yang bisa menilai sifat
kita adalah orang lain. Tetapi orang lain ini harus yang netral ya... jangan
orang yang sudah tidak click sama
kita kemudian kita minta pendapat ke mereka,, wah kalau ini bukan kritik yang
membangun tapi kritik yang menyerang hohohoho.
Langsung
aja ye,,,
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia
“Tegas
adalah jelas dan terang
benar; nyata” Sedangkan
“Marah adalah sangat
tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dan sebagainya);
berang; gusar.
Nah
dari kedua kata diatas kita bisa menyimpulkan bahwa sangat jelas perbedaannya.
Kalau
kita ucapkan sekilas memang antara tegas dan marah adalah dua kata yang hampir
sama bahkan banyak yang menganggap sama.
Kalau
menurut saya pribadi, jika dikaitkan dengan pekerjaan saya sebagai seorang
pengajar bahwa kedua kata diatas memang sangatlah berbeda....
Perbedaannya
kedua karakter ini adalah sebagai berikut :
MARAH
|
TEGAS
|
|
Katagori
|
Negatif
|
Positif
|
Sifat
|
Dilandasi
atas ketidaksukaan dan pikiran negatif
|
Dilandasi
karena kasih sayang dan tanggung jawab
|
Dampak
|
Lebih
condong untuk menyakiti hati orang yang dimarahin, dikarenakan berbicara
keras dan berlebihan
|
Lebih
condong untuk memberikan saran atau masukan untuk penyelesaian
|
Alasan
|
Tidak
atau ada alasan
|
Ada
Alasan
|
Permasalahan
|
Permasalahan
disini cenderung kabur, tidak jelas. Makanya kita pernah dengar bahwa ada
orang marah tanpa alasan
|
Permasalahan
nyata dan jelas, sehingga mampu memberikan arahan secara gamblang
|
Urgency
|
Tidak
mampu memilah konteks
|
Mampu
memilah konteks
|
Minded1
|
Orang
pemarah tidak mau menerima kritik dan menganggap dirinya benar
|
Orang
tegas lebih terbuka menerima saran dan kritik dari orang lain untuk perbaikan
diri
|
Minded2
|
Tidak
mau mengakui kesalahan atau jika mengakui kesalahan karena memang terdesak
|
Lebih
terbuka mengakui kesalahan disertai dengan pemikiran dan data otentik
|
Minded3
|
Abai
terhadap sesuatu yang salah
|
Perhatian
terhadap sesuatu yang salah dan mencoba untuk memperbaikinya.
|
Karakter
|
Teguran
yang membuat orang sakit hati
|
Teguran
untuk menciptakan orang lain berpikir dan menjadi lebih baik.
|
Nah,
dari perbedaan diatas kita bisa membedakan dan meng-adjust orang lain apakah orang lain itu pemarah atau tegas. So jangan
salah ya....
Masukan
kepada diri sendiri :
Jadilah
pribadi yang kasih terhadap sesama
Jadilah
pribadi yang tegas dilandasi dengan saran yang membangun
Jadilah
pribadi yang humble
Jadilah
diri sendiri,,,,, me is me
Kita hidup tidak bisa membuat semua orang suka sama kita,, tetapi do the best dan disertai hati yang ikhlas.
Wasallam
Kamis, 31 Januari 2019
E-Book AKUNTANSI SYARIAH
Label:
E-Book Akuntansi Syariah
Selasa, 22 Januari 2019
PERAN AKADEMISI DALAM MENANGKAL HOAX
Assalamualaikum....
Sebelumnya
saya ingin menjelaskan bahwa tulisan saya ini merupakan deskripsi dari suara hati saya sebagai seorang pengajar
dalam memberikan pemahaman kepada anak didik untuk menerima dan menyaring
berita yang sekarang ini membuat resah. So.. jadi apabila ada yang kurang
berkenan dengan analisa saya, saya mohon maaf.
Stay join,,,,
Dosen
merupakan pengajar yang mampu
melaksanakan tri dharma (pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat) dalam
memberikan peran, sumbang sih untuk
negara dan bangsa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pihak yang harus bisa me-netral-kan kondisi
yang sedang berkembang saat ini dan bisa memberikan pemahaman kepada anak didik
untuk mampu menangkal hoax. Harusnya.., dosen dalam hal ini harus mampu
mencerahkan pemahaman mahasiswa yang mempunyai jiwa milenial dalam menerima
berita-berita dari luar.
Menurut kompas.com terbit 24 April 2017
“Hoax sendiri memiliki definisi yaitu suatu berita atau
pernyataan yang memiliki informasi yang tidak valid atau berita palsu yang
tidak memiliki kepastian yang sengaja disebar luaskan untuk membuat keadaan
menjadi heboh dan menimbulkan ketakutan. Akan tetapi, ada juga hoax yang
sengaja dibuat untuk membuat cara berpikir tentang suatu hal menjadi sesat
karena tertipu berita atau opini hoax. Jika sebelumnya hoax – hoax ini disebar
luaskan lewat sms ataupun email dengan banyak, maka hoax sekarang ini lebih banyak
beredar di dalam sosial media seperti Instagram,
facebook, Twitter, Path, Whatsapp, serta blog – blog tertentu. Maka dari
itu dibutuhkan kehati – hatian dalam menerima suatu berita atau opini.
Disinilah
peran seorang akademisi harus berada di tengah-tengah mereka untuk memberikan
penjelasan detail disertai data-data yang
outentik. Dikarenakan remaja milenial mempunyai keingintahuan tinggi. Bahkan
apabila ada yang kurang sesuai atas jawaban
dosen , mereka bisa langsung melakukan jump in. So ,, ini lumrah buat saya...
berarti mereka kritis.
Berita
hoax yang sekarang ini semakin marak membuat saya sebagai pengajar sering
terganggu. Apabila berita hoax yang ada keterkaitan dengan kondisi perekonomian
di Indonesia sekarang ini. Pengalaman yang sudah saya alami,, ketika saya
mengajarkan satu mata kuliah yang ada keterkaitan dengan “Budgeting”, kemudian dalam proses pengajaran saya meminta kepada
mahasiswa untuk menganalisa kondisi APBN. Ada beberapa mahasiswa bertanya “bagaimana
kondisi hutang Indonesia saat ini” dan apakah Indonesia akan terancam
bangkrut????
Nah
disinilah kita sebagai pengajar harus mampu memberikan arahan dengan membantu
mereka dalam membaca data real yang ada.
Ketika ada pertanyaan seperti itu langkah yang saya berikan adalah saya tidak
bisa langsung menjawabnya, tetapi saya
memberikan penjelasan mengenai instrumen-instrumen keuangan yang ada di neraca
keuangan negara. Kemudian saya menjelaskan standar-standar yang digunakan untuk
mengukur kesehatan keuangan perusahaan (lingkup kecil) sampai pada akhirnya
adalah negara (lingkup besar). Untuk lingkup perusahaan saya bisa menjelaskan
lewat bukunya Kasmir (2015) tentang Analisa Laporan keuangan. Dan untuk kondisi keuangan negara saya menggunakan buku
Esai Laporan Keuangan Negara. Nah untuk memastikan apakah kesehatan keuangan
Indonesia ini sehat apakah enggak maka saya meminta kepada mahasiswa untuk
mencari neraca keuangan negara untuk dikupas
bersama. Setelah kita kupas dan analisa bareng bareng, maka mereka bisa menyimpulkan sendiri. Apakah berita
ini hoax apa aktual. Dan mereka bisa menjadi paham dan mampu untuk mengupas
berita dengan data-data yang akurat.
Sebenarnya
kalau kita sebagai pengajar bisa juga menjawab apa yang kita tahu, tetapi
apakah ini benar???? Kalau menurut saya ini kurang tepat. Apabila sekarang ini
adalah tahun politik so semuanya harus kita sertai data yang benar. Bagaimana
jadinya kalau ada pengajar yang berat sebelah lalu berbicara dengan
menjelek-jelekkan salah satu pihak dengan adanya rasa keperpihakan?????
Karena
yang kita didik disini adalah pemuda pemudi jiwa milineal semua. Dimana salah
satu ciri2 jiwa milenial adalah mempunyai keingintahuan yang tinggi dan masuk
akal.
Menurut
saya terkadang sesuatu yang masuk akal itu BELUM TENTU BENAR. Kita tahu di acara-acara debat. Entah debat
politik ataupun debat dengan pacar hehehehe....*misal. Terkadang kalau kita dengar
masing-masing pihak satu dengan yang lainnya, mereka sama-sama mencari pem-benar-an
sendiri-sendiri. Tetapi ketika dengar, analisa dan pahami pasti ada salah satu
yang paling rasional, masuk akal dan datanya otentik.
Nah
sebagai pengajar kita harus benar-benar berpikir dan memahami apapun itu sesuai
dengan data outentik. Agar apa yang kita sampaikan kepada murid itu tidak terjadi
overlaping informasi.
Oleh
karen itu, ketika menjawab pertanyaan dari mahasiswa yang harus kita lakukan
adalah :
1. Perdalam
diri dengan membaca buku-buku keilmuan;
2. Perdalam
diri dengan membaca berita-berita terbarukan (fenomena);
3. Apabila
masih ambigu dalam menjawab
pertanyaan mahasiswa, alangkah
baiknya kita hold untuk dikupas di
pertemuan selanjutnya dengan menyertakan bukti atau data outentik. Gunakan data-data yang resmi dan diterima Umum;
4. Kupaslah
dengan teori teori keilmuan yang kita pahami.
5. Berlaku
netral meskipun hati kita punya pilihan dalam ranah pemilu;
6. Pengajar
itu yang di contoh adalah ke-valid-an bicara, so gunakan pikiran untuk
berbicara yang baik dan mampu memberikan support serta semangat juang kepada
mahasiswa.
Nah,
dengan cara-cara seperti diatas, alhamdulilah saya semakin percaya diri dengan
menangkal informasi dan menjawab pertanyaan murid-murid dengan benar. So mereka
menjadi tercerahkan.
Semoga
kita mampu memberikan suri tauladan kepada anak didik kita. AMIN
Berpikirlah
rasional dan obyektif dalam menghadapi setiap problematika.
Tebarkan
cinta kasih,
Tebarkan
optimisme
Dan
majulah Bangsaku Indonesia
Wasalamualaikum...
.
Senin, 10 Desember 2018
Langganan:
Postingan (Atom)