TRANSAKSI
Transaksi
dalam mata uang asing adalah suatu transaksi yang didenominasi atau membutuhkan
penyelesaian dalam suatu mata uang asing, termasuk transaksi yang timbul karena
:
a. Membeli atau
menjual barang yang harganya di denominasi dalam suatu mata uang asing;
b. Meminjam (hutang)
atau meminjamkan (piutang) dana yang di denominasi salam suatu mata uang asing;
c. Menjadi suatu
pihak untuk suatu perjanjian dalam suatu mata uang asing;
d. Menjadi suatu
pihak untuk perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksana;
e. Memperoleh atau
melepaskan aktiva, menimbulkan atau melunasi kewajiban yang didenominasi dalam
suatu mata uang asing.
Kas tunai
yang berlaku pada saat transaksi disebut kurs
spot.
Pos aktiva
dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang
rupiah dengan menggunakan kurs tanggal neraca. Apabila terdapat kesulitan dalam
menentukan kurs pada tanggal nerca, maka digunakan kurs tengah BI sebagai indicator
yang obyektif.
Pos non moneter dilaporkan
dengan kurs tanggal transaksi.
Pos non moneter dilaporkan
dengan kurs tanggal transaksi dan dinilai dengan nilai wajar dalam mata uang
asing harus dilaporkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat nilai
tersebut ditentukan.
SWAP merupakan transaksi pertukaran dua valuta asing melalui pembelian
tunai dengan penjualan kembali secara berjangka atau penjualan tunai dengan
pembelian kembali secara berjangka.
Perlakuan akuntansi
transaksi valuta berjangka untuk tujuan hedging
hutang adalah sebagai berikut :
A. Selisih kurs
tunai (spot rate) dan kurs masa depan (forward rate) dicatat sebagai diskonto
atau premi yang harus di amortisasi selama jangka waktu kontrak valuta
berjangka.
B. Setiap akhir
periode harus dihitung selisih kurs untuk hutang dalam maya uang asing yang
diperoleh melalui hedging, forward
receivable dan forward payable. pengertiannya cari disini
TRANSLASI
Merupakan proses
untuk menyatakan jumlah-jumlah yang berdenominasi/diukur dalam suatu mata uang
kedalam mata uang yang lain dengan
menggunakan kurs nilai tukar diantara dua mata uang tersebut.
Konversi
adalah pertukaran dari suatu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang secara
fisik.
Penyesuaian Translasi
adalah penyesuaian yang timbul dari proses translasi laporan keuangan dari mata
uang fungsional suatu perusahaan menjadi mata uang pelaporannya.
|
KEUNTUNGAN/KERUGIAN
NILAI TUKAR
|
|
|
TRANSAKSI
1. Keuntungan/Kerugian
a.
Tanggal Transaksi
b.
Tanggal laporan
c.
Tanggal penyelesaian
2. Untuk
point a dan b merupakan transaksi yang belum terselesaikan
3. Transaksi
terselesaikan
|
TRANSLASI
Keuntungan / kerugian translasi :
a.
Tanggal laporan keuangan awal
b.
Tanggal laporan keuangan berikutnya
|
Soal :
Pada tanggal
1 Desember 1984 PT. AKYU menjual 1 juta krona (SEK)
Kurs 0.20 (SEK
I)
Jatuh tempo
piutang 90 hari
Tanggal 31
Desember 1984 terjadi perubahan kurs menjadi 0.19 (SEK I)
Tanggal 1
Maret 1985 terjadi perubahan kurs kembali menjadi 0.17 (SEK I)
JURNAL :
|
A. SUDUT PANDANG TRANSAKSI TUNGGAL
|
||||
|
TANGGAL
|
TRANSAKSI
|
VALUTA ASING
|
USD EKUIVALEN
|
|
|
1/12/’84
|
Piutang
Penjualan
|
>1.000.000
>> 1.000.000
|
>200.000
>>200.000
(1 juta x
0.2)
|
|
|
31/12/’84
|
Penjualan
Piutang
(Penguarangan kurs berpengaruh terhadap penjualan)
|
|
>10.000
>>10.000
(0.2-0.19)
x 1 juta
|
|
|
1/3/’85
|
R/E
Piutang
(Pengurangan kurs berpengaruh ke R/E)
|
|
>20.000
>>20.000
(0.19-0.17)
x 1 juta
|
|
|
NOTE :
a.
pengurangan itu berada di tahun yang sama
pada saat transaksi maka pengurangan dilakukan di penjualan;
b.
Kalau pengurangan itu berada di tahun yang
beda pada saat transaksi maka pengurangan dilakukan di R/E
|
||||
|
1/3/’85
|
Valuta Asing
Piutang
|
>1.000.000
>>1.000.000
|
>170.000
>>170.000
200.000-(10.000+20.000)
|
|
|
B. SUDUT PANDANG TRANSAKSI GANDA
|
||||
|
1/12/’84
|
Piutang
Penjualan
|
>1.000.000
>> 1.000.000
|
>200.000
>>200.000
(1 juta x
0.2)
|
|
|
31/12/’84
|
Kerugian Valuta Asing
Piutang
|
|
>10.000
>>10.000
(0.2-0.19)
x 1 juta
|
|
|
1/3/’85
|
Valuta Asing
Kerugian Valuta Asing
Piutang
|
>1.000.000
>1.000.000
|
>170.000
> 20.000
>>190.000
|
|
CONTOH
TRANSLASI
SOAL :
Tanggal 1
Desember 1984 Eksportir USA menjual secara kredit kepada importer Indonesia
senilai 1 juta kurs USD 0.20 (SEK I)
Jangka waktu
piutang 90 (3 bulan), hari untuk menghindari resiko menerima < USD 200.000
(0.2 x 1juta), eksportir USD membeli kontrak forward tanggal 31 Desember 1984
untuk mengirim SEK 1.000.000 untuk USD 0.19, pada tanggal 1 Maret 1985 pada
kurs USD 0.17 (SEK I)
JURNAL :
|
TANGGAL
|
TRANSAKSI
|
D
|
K
|
|
1/12/’84
|
Piutang Kontrak
Diskon yang ditunda
Hutang Kontrak SEK
Perhitungan
:
(0.2-0.19) x 1juta = 10.000
0.2 x 1 juta = 200.000
0.19 x 1 juta = 190.000
|
>190.000
>10.000
|
>>200.000
|
|
31/12/’84
|
Hutang Kontrak SEK
Keuntungan Transaksi
|
>10.000
|
>>10.000
|
|
Note : Untuk
mencatat keuntungan transaksi tambahan dengan menyesuaikan kontrak forward
dengan kurs USD 0.19
|
|||
|
31/12/’84
|
Beban DIskon
Diskon yang ditunda
Perhitungan :
Amortisasi diskon yang tertunda untuk 1 bulan
10.000 / 3 = 3.333
|
>3.333
|
>>3.333
|
|
1/3/’85
|
Hutang kontrak SEK
Keuntungan Transaksi
|
>20.000
|
>>20.000
|
|
NOTE : Untuk mencatat keuntungan transaksi tambahan dengan
menyesuaikan kontrak forward dengan kurs yang berlaku (0.19-0.17) x 1 juta
|
|||
|
1/3/’85
|
Beban Diskon
Diskon yang ditunda
(10.000-3.333)
|
6.667
|
6.667
|
|
1/3/’85
|
Hutang Kontrak SEK
Valas
(mencatat pengiriman SEK 1 juta kepada Indonesia)
|
170.000
|
170.000
|
|
1/3/’85
|
Kas
Piutang Kontrak
(Untuk mencatat penerimaan kas USD 190.000/kontrak forward)
|
190.000
|
190.000
|
Selamat belajar and Gud Luck !!!