Untuk mengetahui macam-macam metode penyusutan klik disini
PENYUSUTAN TAHUN PARSIAL
Kebijakan
penyusutan tahun parsial yang lain adalah
1.
Mencatat penyusutan sebulan
penuh atas aktiva yang dibeli pada atau sebelum tanggal 15 dan;
2.
Tidak mencatat penyusutan atas
aktiva yang dibeli sesudah tanggal 15.
Contoh :
Pada
tanggal 3 Juli PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20
juta, Nilai Ekonomis umur mesin 10 tahun. Berapa penyusutannya jika menggunakan
garis lurus?
Jawab dengan asumsi 1.
Penysutan
1 tahun penuh = (100juta – 20 juta) / 10 = 8juta
Penyusutan
tahun parsial = 8juta x 6/12 =
(Juli – Desember = 6 bulan,
karena tanggal berada di posisi dibawah tanggal 15 maka dianggap 1 bulan
penuh).
Contoh :
Pada
tanggal 17 Juli PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20
juta, Nilai Ekonomis umur mesin 10 tahun. Berapa penyusutannya jika menggunakan
garis lurus?
Jawab dengan asumsi 2.
Penysutan
1 tahun penuh = (100juta – 20 juta) / 10 = 8juta
Penyusutan
tahun parsial = 8juta x 5/12 =
(Agustus – Desember = 5 bulan,
karena tanggal berada di posisi diatas tanggal 15 maka di bulan juli tidak
dikenai penyusutan).
MENGUBAH UMUR MANFAAT AKTIVA
YANG DAPAT DISUSUTKAN
Umur
manfaat adalah merupakan estimasi yang didasarkan pada history terhadap masa
manfaat aktiva yang sama, atau dengan tingkat pemanfaatannya misalnya tingkat
menghasilkan produk setiap periode. Oleh karena estimasi tersebut bisa juga
mengalami perubahan, seperti bisa dilihat dicontoh berikut.
Contoh :
Pada
tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu
20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan (Juli 2020). Berapa
penyusutannya jika menggunakan garis lurus?
Penyusutan
1 tahun penuh = (100juta – 20 juta) / 10 = 8juta
Jadi perusahaan akan
menyusutkan sebesar 8juta setiap tahunnya selama 10 tahun.
TETAPI,
di akhir tahun ke-delapan PT. EMAK BAPAK melihat bahwa kondisi mesin masih kuat
untuk bisa berproduksi sampai 4 tahun lagi. Oleh karena itu perubahan nilai
penyusutan terhadap Umur ekonomis mesin akan berpengaruh terhadap biaya
penysutan untuk tahun ke-9 sampai tahun ke-12.
Jawab :
Karena
estimasi akuntansi berubah, sisa nilai buku aktiva yang dapat disusutkan
disebarkan ke umur manfaat aktiva yang tersisa.
Penyusutan
garis lurus selama 8 tahun =
(100juta-20juta)/10 = 8 juta/th
=
8 juta x 8 = 64 juta
Nilai
buku mesin yang dapat disusutkan yang
tersisa (biaya – akumulasi penyusutan – nilai residu) adalah :
100
juta – 64 juta – 20 juta = 16 juta.
Karena
perusahaan yakin mesin itu akan bisa beroperasi sampai tahun 2022 (2019-2022 =
4 tahun), maka perusahaan akan menghitung kembali penyusutannya :
|
Nilai
Buku Mesin yang dapat disusutkan yang tersisa
|
:
|
Estimasi
Umur manfaat yang Tersisa (Baru)
|
=
|
Penyusutan
Tahunan (Baru)
|
|
16
juta
|
:
|
4
|
=
|
4
juta
|
Pada
tahun ke – 9 (2019) sampai tahun 12 (2022), ayat jurnal penyusutan tahunan
berdasarkan umur manfaat yang baru adalah :
Beban
penyusutan mesin 4 juta
Akumulasi
Penyusutan mesin 4
juta
MEMAKAI AKTIVA YANG TELAH
DISUSUTKAN SEPENUHNYA
Istilahnya
bahwa tidak ada lagi umur manfaatnya dan tidak ada pencatatan penyusutannya.
Oleh karena itu perusahaan akan membuang atau menjualnya. Tapi tidak menutup
kemungkinan perusahaan akan memanfaatkan mesin tersebut untuk operasi. Dalam
pencatatanny apabila mesin masih bisa digunakan maka akumulasi penyusutan dan
mesin itu masih tetap dimunculkan dalam neraca, tetapi tidak ada penyusutan
tambahan yang dicatat.
- MELEPAS AKTIVA
Pada
akhirnya aktiva akan rusak atau menjadi using. Perusahaan bisa menjual atau
menukarnya. Jika tidak maka aktiva itu akan menjadi barang rongsokan.
Untuk
mencatat pelepasan aktiva tetap perusahaan melakukan :
- Mengkredit akun aktiva
- Mendebet akumulasi penysutan.
Contoh :
Pada tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin
seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan
(Juli 2020).
PT. EMAK BAPAK akan melepaskan peralatan ketika penyusutan
tahun terakhirnya baru dicatat yaitu di tahun 2020. Biayanya 10 juta dan tidak
ada nilai residu. Jadi toal akumulasi penyusutannya adalah 10 juta. Aktiva ini
tidak dapat dijual atau ditukar, sehingga aktiva ini dikategrikan sebagai
barang rongsokan.
Jurnal melepas aktiva
tetap ini adalah :
Akumulasi Penyusutan Aktiva 10
juta
Aktiva tetap 10juta
Jika
aktiva sebelum disusutkan sepenuhnya misal tahun 2015, maka terjadi kerugian
yang sama dengan nilai buku aktiva. Anggaplah aktiva itu laku dijual 10 juta.
Padahal ketika menghitung dengan garis lurus akumulasi penysutannya adalah 8
juta. Maka terjadi kerugian terhadap nilai bukunya.
Jurnal mencatat pelepasan
aktiva :
AKumulasi
penyusutan aktiva 8 juta
Kerugian
pelepasan AKtiva 2 juta
Aktiva tetap 10juta
Kerugian
ini akan dicatat sebagai beban pd L/R.
- MENJUAL AKTIVA TETAP
Contoh :
Pada tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin
seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan
(Juli 2020). Pada Desember
2015 perusahaan menjual mesin dengan harga 40 juta.
Jawaban :
- Memperbarui penyusutan selama 6 bulan yaitu 3 juli – Desember
Jurnalnya adalah :
Beban Penyusutan ((100juta
– 20 juta)/10 x 6/12) Rp 4juta
Akumulasi
penyusutan mesin Rp
4juta
Sekarang Kita lihat Buku Besarnya :
Untuk
Mesin
|
Mesin
3 Juli 2010
Des 2015
Saldo
|
D
100 juta
0
|
K
100 juta
|
Akumulasi
Penyusutan Mesin
|
Akumulasi
Penyusutan
31 Des 2010
31 Des 2011
31 Des 2012
31 Des 2013
31 Des 2014
Des 2013
Des 2015
Saldo
|
D
44 juta
0
|
K
4 juta
8 juta
8 juta
8juta
8juta
8juta
44 juta
|
Jadi nilai bukunya adalah 100 juta – 44 juta = 56 juta.
Dengan nilai buku 56 juta perusahaan menjual seharga 40
juta maka akan mengalami kerugian sebesar 16 juta (56-40).
Jurnalnya adalah :
Kas 40
juta
Akumulasi penyusutan 44 juta
Kerugian atas penjualan mesin 16 juta
Mesin 100juta.
Ketika mencatat
penjualan maka yang harus dilakukan perusahaan adalah :
- Menghapus saldo akun aktiva (mesin) dan akun akumulasi penyusutan;
- Mencatat keuntungan atau kerugian.
Contoh diatas adalah apabila peruusahaan menjual dibawah
nilai buku maka akantrejadi kerugian, tapi apabila perusahaan menjual diatas
nilai buka maka jurnalnya :
Kas XXX
Akumulasi Penyusutan XXX
Keuantungan
atas penjualan mesin XXX
Mesin XXX
- MENUKAR AKTIVA TETAP
Perusahaan seringkali menukar akiva tetapnya yang lama
dengan yang baru. Pertukaran yang paling umum adalah tukar tambah.
- Tidak ada keuantungan atau kerugian pertukaran
Contoh :
Mesin Lama 100 juta, dan memiliki akumulasi penyusutan 44
juta. Oleh karena itu nilai bukunya adalah 56 juta. Perusahaan menukar mesin
lama dengan mesin baru dengan membayar tunai 60 juta.
Jurnalnya untuk tukar tambah mobil pengantar yang lama
dengan yang baru :
Mesin baru 116
juta
Akumulasi mesin lama 44
juta
Mobil
Lama 100 juta
Kas 60
juta
- Kerugian Pertukaran
Tukar tambah dapat mengakibatkan kerugian. Ini terjadi
apabila nilai pasar aktiva yang baru yang diterima kurang dari jumlah total
yang diberikan-nilai buku aktiva lama ditambah setiap kas yang dibayarkan. Kita
tidak pernah mencatat aktiva lebih besar dari nilai pasarnya.
Dengan contoh diatas apabila nilai pasar aktiva baru yang
diterima adalah 80 juta.
Perhitungannya
:
Nilai pasar mesin baru yang diterima 80 juta
Nilai yang diberikan :
Nilai buku mesin lama ditukar tambah 56 juta
Kas yang dibayar 60
juta 116 juta
Kerugia
pertukaran (36 juta)
Jurnalnya
:
Mesin baru 80
juta
Akumulasi penyusutan 44
juta
Kerugian pertukaran aktiva 36 juta
Mobil lama 100
juta
Kas 60
juta