Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..
Tampilkan postingan dengan label Celoteha-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteha-ku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2019

TEGAS VS PEMARAH


Hasil gambar untuk gambar animasi tegas dan marah

Assalamualaikum,
Sebelum menulis tentang perihal dua kata diatas, saya mengucapkan maaf apabila ada tulisan yang kurang berkenan di hati pembaca hehehe... karena apapun yang saya tuliskan merupakan imagine dari apa yang ada di pikiran dan hati ciyeeeee...
Sebenarnya kita tidak bisa mengatakan bahwa kita ini bukan pemarah, bahwa kita ini baik hati dan suka menolong bahkan suka menabung hehhehe. Karena yang bisa menilai sifat kita adalah orang lain. Tetapi orang lain ini harus yang netral ya... jangan orang yang sudah tidak click sama kita kemudian kita minta pendapat ke mereka,, wah kalau ini bukan kritik yang membangun tapi kritik yang menyerang hohohoho.
Langsung aja ye,,,
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
“Tegas adalah jelas dan terang benar; nyata” Sedangkan
“Marah adalah sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dan sebagainya); berang; gusar.
Nah dari kedua kata diatas kita bisa menyimpulkan bahwa sangat jelas perbedaannya.
Kalau kita ucapkan sekilas memang antara tegas dan marah adalah dua kata yang hampir sama bahkan banyak yang  menganggap sama.
Kalau menurut saya pribadi, jika dikaitkan dengan pekerjaan saya sebagai seorang pengajar bahwa kedua kata diatas memang sangatlah berbeda....
Perbedaannya kedua karakter ini adalah sebagai berikut :

MARAH
TEGAS
Katagori
Negatif
Positif
Sifat
Dilandasi atas ketidaksukaan dan pikiran negatif
Dilandasi karena kasih sayang dan tanggung jawab
Dampak
Lebih condong untuk menyakiti hati orang yang dimarahin, dikarenakan berbicara keras dan berlebihan
Lebih condong untuk memberikan saran atau masukan untuk penyelesaian
Alasan
Tidak atau ada alasan
Ada Alasan
Permasalahan
Permasalahan disini cenderung kabur, tidak jelas. Makanya kita pernah dengar bahwa ada orang marah tanpa alasan
Permasalahan nyata dan jelas, sehingga mampu memberikan arahan secara gamblang
Urgency
Tidak mampu memilah konteks
Mampu memilah konteks
Minded1
Orang pemarah tidak mau menerima kritik dan menganggap dirinya benar
Orang tegas lebih terbuka menerima saran dan kritik dari orang lain untuk perbaikan diri
Minded2
Tidak mau mengakui kesalahan atau jika mengakui kesalahan karena memang terdesak
Lebih terbuka mengakui kesalahan disertai dengan pemikiran dan data otentik
Minded3
Abai terhadap sesuatu yang salah
Perhatian terhadap sesuatu yang salah dan mencoba untuk memperbaikinya.
Karakter
Teguran yang membuat orang sakit hati
Teguran untuk menciptakan orang lain berpikir dan menjadi lebih baik.

Nah, dari perbedaan diatas kita bisa membedakan dan meng-adjust orang lain apakah orang lain itu pemarah atau tegas. So jangan salah ya....

Masukan kepada diri sendiri :
Jadilah pribadi yang kasih terhadap sesama
Jadilah pribadi yang tegas dilandasi dengan saran yang membangun
Jadilah pribadi yang humble
Jadilah diri sendiri,,,,, me is me

Kita hidup tidak bisa membuat semua orang suka sama kita,, tetapi do the best dan disertai hati yang ikhlas. 

Wasallam

Selasa, 22 Januari 2019

PERAN AKADEMISI DALAM MENANGKAL HOAX



 Hasil gambar untuk gambar menangkal hoax
Assalamualaikum....
Sebelumnya saya ingin menjelaskan bahwa tulisan saya ini merupakan deskripsi dari  suara hati saya sebagai seorang pengajar dalam memberikan pemahaman kepada anak didik untuk menerima dan menyaring berita yang sekarang ini membuat resah. So.. jadi apabila ada yang kurang berkenan dengan analisa saya, saya mohon maaf.

Stay join,,,,
Dosen merupakan pengajar  yang mampu melaksanakan tri dharma (pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat) dalam memberikan peran,  sumbang sih untuk negara dan bangsa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.  Pihak yang harus bisa me-netral-kan kondisi yang sedang berkembang saat ini dan bisa memberikan pemahaman kepada anak didik untuk mampu menangkal hoax. Harusnya.., dosen dalam hal ini harus mampu mencerahkan pemahaman mahasiswa yang mempunyai jiwa milenial dalam menerima berita-berita dari luar.
Menurut kompas.com terbit 24 April 2017
“Hoax sendiri memiliki definisi yaitu suatu berita atau pernyataan yang memiliki informasi yang tidak valid atau berita palsu yang tidak memiliki kepastian yang sengaja disebar luaskan untuk membuat keadaan menjadi heboh dan menimbulkan ketakutan. Akan tetapi, ada juga hoax yang sengaja dibuat untuk membuat cara berpikir tentang suatu hal menjadi sesat karena tertipu berita atau opini hoax. Jika sebelumnya hoax – hoax ini disebar luaskan lewat sms ataupun email dengan banyak, maka hoax sekarang ini lebih banyak beredar di dalam sosial media seperti Instagram, facebook, Twitter, Path, Whatsapp, serta blog – blog tertentu. Maka dari itu dibutuhkan kehati – hatian dalam menerima suatu berita atau opini.

Disinilah peran seorang akademisi harus berada di tengah-tengah mereka untuk memberikan penjelasan detail disertai data-data yang  outentik. Dikarenakan remaja milenial mempunyai keingintahuan tinggi. Bahkan apabila ada yang kurang sesuai atas  jawaban dosen ,  mereka bisa langsung melakukan jump in. So ,, ini lumrah buat saya... berarti mereka kritis.
Berita hoax yang sekarang ini semakin marak membuat saya sebagai pengajar sering terganggu. Apabila berita hoax yang ada keterkaitan dengan kondisi perekonomian di Indonesia sekarang ini. Pengalaman yang sudah saya alami,, ketika saya mengajarkan satu mata kuliah yang ada keterkaitan dengan “Budgeting”, kemudian dalam proses pengajaran saya meminta kepada mahasiswa untuk menganalisa kondisi APBN. Ada beberapa mahasiswa bertanya “bagaimana kondisi hutang Indonesia saat ini” dan apakah Indonesia akan terancam bangkrut????

Nah disinilah kita sebagai pengajar harus mampu memberikan arahan dengan membantu mereka dalam membaca data real  yang ada. Ketika ada pertanyaan seperti itu langkah yang saya berikan adalah saya tidak bisa langsung menjawabnya,  tetapi saya memberikan penjelasan mengenai instrumen-instrumen keuangan yang ada di neraca keuangan negara. Kemudian saya menjelaskan standar-standar yang digunakan untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan (lingkup kecil) sampai pada akhirnya adalah negara (lingkup besar). Untuk lingkup perusahaan saya bisa menjelaskan lewat bukunya Kasmir (2015) tentang Analisa Laporan keuangan. Dan untuk  kondisi keuangan negara saya menggunakan buku Esai Laporan Keuangan Negara. Nah untuk memastikan apakah kesehatan keuangan Indonesia ini sehat apakah enggak maka saya meminta kepada mahasiswa untuk mencari neraca keuangan negara untuk  dikupas bersama. Setelah kita kupas dan analisa bareng bareng,  maka mereka bisa menyimpulkan sendiri. Apakah berita ini hoax apa aktual. Dan mereka bisa menjadi paham dan mampu untuk mengupas berita dengan data-data yang akurat.
Sebenarnya kalau kita sebagai pengajar bisa juga menjawab apa yang kita tahu, tetapi apakah ini benar???? Kalau menurut saya ini kurang tepat. Apabila sekarang ini adalah tahun politik so semuanya harus kita sertai data yang benar. Bagaimana jadinya kalau ada pengajar yang berat sebelah lalu berbicara dengan menjelek-jelekkan salah satu pihak dengan adanya rasa keperpihakan?????

Karena yang kita didik disini adalah pemuda pemudi jiwa milineal semua. Dimana salah satu ciri2 jiwa milenial adalah mempunyai keingintahuan yang tinggi dan masuk akal.
Menurut saya terkadang sesuatu yang masuk akal itu BELUM TENTU BENAR.  Kita tahu di acara-acara debat. Entah debat politik ataupun debat dengan pacar hehehehe....*misal. Terkadang kalau kita dengar masing-masing pihak satu dengan yang lainnya, mereka sama-sama mencari pem-benar-an sendiri-sendiri. Tetapi ketika dengar, analisa dan pahami pasti ada salah satu yang paling rasional, masuk akal dan datanya otentik.
Nah sebagai pengajar kita harus benar-benar berpikir dan memahami apapun itu sesuai dengan data outentik. Agar apa yang kita sampaikan kepada murid itu tidak terjadi overlaping informasi.
Oleh karen itu, ketika menjawab pertanyaan dari mahasiswa yang harus kita lakukan adalah :
1.     Perdalam diri dengan membaca buku-buku keilmuan;
2.      Perdalam diri dengan membaca berita-berita terbarukan (fenomena);
3.      Apabila masih ambigu dalam menjawab pertanyaan mahasiswa, alangkah baiknya kita hold untuk dikupas di pertemuan selanjutnya dengan menyertakan bukti atau data outentik. Gunakan data-data yang resmi dan diterima Umum;
4.      Kupaslah dengan teori teori keilmuan yang kita pahami.
5.      Berlaku netral meskipun hati kita punya pilihan dalam ranah pemilu;
6.      Pengajar itu yang di contoh adalah ke-valid-an bicara, so gunakan pikiran untuk berbicara yang baik dan mampu memberikan support serta semangat juang kepada mahasiswa.

Nah, dengan cara-cara seperti diatas, alhamdulilah saya semakin percaya diri dengan menangkal informasi dan menjawab pertanyaan murid-murid dengan benar. So mereka menjadi tercerahkan.

Semoga kita mampu memberikan suri tauladan kepada anak didik kita. AMIN
Berpikirlah rasional dan obyektif dalam menghadapi setiap problematika.
Tebarkan cinta kasih,
Tebarkan optimisme
Dan majulah Bangsaku Indonesia

Wasalamualaikum...

.

Rabu, 18 Juli 2018

Ketika Hati Bicara.....

Assalamualaikum
Haiiiiiiiii
Ehmmm sambil baca tulisan, sambil dengerin a song di tamplate blog ini yahhhh...
Awal saya pengen nulis ini, diawali habis solat subuh, lalu dengerin radio dan suddenly nemu lagu ini.
Nice banget,, saya resapi pelan-pelan dan indah banget  lirik nya...

Dari kemarin siang sampai pagi ini g tahu napa, saya masih mengingat tulisan yang kamu tulis.....
You said that :

1.      You like me caused I am so smart.
Saya bersyukur karena alasan ini, jika alasannya karena saya cantik jelas itu g banget yah,, tpi banyak sihh yg ngatain saya manis hohohoho. Karna kalo pandai insyallah saya akan berusaha untuk mempertahankannya sampai kapanpun karena kamu dan profesi..

2.      You afraid if  I am impatient
Awalnya saya g tahu kenapa kamu bilang seperti itu dan mengatakan bahwa saya tidak mampu sabar terhadap kamu. Mgkin kamu belum pernah mendengarkan bahwa cinta tulus mengalahkan apapun yang dianggap orang lain tidak bisa. Apa kamu melihat saya cerewet atau pemarah?
Saya boleh membela diri ya heheh saya akui saya cerewet kalau lagi pas ngajar,, dan saya bukan pemarah.. kata mahasiswa bahwa saya orangnya tegas dan mereka banyak yg dkat dengan saya. Karna ada temen dosen yang pemarah dan beliau ditakuti mahasiswanya dan g bisa deket dengan mereka.
Sebenarnya kamu g manja, tapi kamu butuh diperhatikan lebih.
Terkadang dengan jarak antara kita terutama untuk jarak tempat, saya berfikir ya ini akan sulit. Apakah saya akan bisa memberi perhatian kamu lebih sedang jarak kita jauh? Tapi saya mikirnya tidak ada yang sulit kalau niat hati yang tulus ada. Dan disitulah saya optimis kembali untuk membuat kamu percaya.

3.      Our meeting get delay
Kamu mengatakan kamu ragu kalau kita bisa ketemu, karena perihal waktu salah satunya dan financial kamu yang lagi kurang bagus.
Saya berjanji jika kamu menginginkan saya untuk datang ke Tangerang insyallah saya  akan datang.
Kita sama2 dosen, dan saya tahu titik lemahnya dimana. Tapi insyallah kalau kita gigih rencana Allah akan indah terutama untuk ekonomi kita.
Dan jika bisnis kamu sedang macet,, bersabarlah dan tetap optimis untuk itu. Allah akan meberikan rizki yang baik buat hamba yang berusaha dan optimis,,percayalah...
Saya akan terus berusaha untuk kepangkatan saya dikampus sehingga tunjangan dan income menjadi naik. Dosen merupakan cita2 saya dan almarhum bapak saya, so berapapun yang saya dpat saya ikhlas saja dan alhamdulilah selalu cukup.
Kamu tidak perlu ke sini jika kamu ragu, dan biarlah saya yang nyamperin kamu, karna tabungan saya insyallah cukup untuk itu.

Saya tulus sama kamu.....
Dan saya sayang sama kamu.....
Kedewasaaan saya, insyallah akan mem-backup perhatian yang  kamu inginkan.
Percayalah... sama saya
Please give me a chance....
Sesuai lirik song ini,, true colors tobe beautiful rainbow,,,
Saya sudah mengungkapkan isi hati dengan jujur..
Saya menunggu calling kamu...
Senyum ya,, semangat...

btw tulisan saya kok ngalir gini ya,, tidak menyangka saya bisa se-romantis ini hehhehe.

salam

Selasa, 02 Januari 2018

TERUSAN : 15 Ilustrasi Ini Bakal Ungkap Kenyataanya Manusia Moderen Kini


1. Padahal di belakangnya mereka begitu kesakitan dengan semua bebannya.




2. Seperti inikah anak sekolah saat ini?
Begitu ditekan dengan beragam mata pelajaran yang sebenarnya cukup memberatkan.

3. Banyak orang lebih senang memiliki pasangan yang maya ketimbang nyata.



4. Anak bagai program komputer. Yang harus menurut dengan apa yang dikatakan orangtua mereka.

5. ATM dan kartu kredit adalah nyawa bagi banyak orang. Kehilangan mereka seperti kehilangan nyawa sendiri.

6. Begini faktanya, permainan saat ini malah membunuh anak-anak.  Memberikan edukasi kekerasan yang seharusnya belum diketahui.

7. Saat ini manusia yang jadi peliharaan hewan.



8. Dunia maya hanya meracuni pikiran pengguna dengan membuka situs-situs dewasa.


9. Bahkan planet lain pun telah dipenuhi sampah.


 10. Ini yang disebut berstatus rasa jomblo. Sudah menikah namun ponsel jadi prioritas.
11. Kenyataan berikut yang saat ini banyak dijumpai.

 12. Jadi siapa yang dikurung?



13. Satu kertas yang kamu gunakan berarti nyata satu pohon melayang.




14. Mulut kita ya di dunia maya.




 15. Akankah pikiran seorang terus terpenjara?



Sumber : 
http://travel.tribunnews.com/

Senin, 01 Januari 2018

SELAMAT TAHUN BARU 2018


Hasil gambar untuk gambar tahun baru 2018 bergerakN


TIADA KATA-KATA YANG BISA SAYA TULISKAN DI LEMBAR SHEET INI..

TETAPI HATI, PIKIRAN DAN DOA YANG TULUS AKU PANJATKAN DI PENGAWAL TAHUN 2018 INI...


HAPPY NEW YEAR ALL
SUKSES SELALU
DAN TERCAPAI SEGALA MAKSUD
AMIN YA ROBBAL ALAMIN




Jumat, 21 Juli 2017

STOP BULLYING DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK


Bullying atau penindasan merupakan kecenderungan habitual (yang dibiasakan) untuk memamerkan permusuhan, dominasi social, kekuasaan social secara ektrem. (Chaplin, 2005)

Perilaku bullying kebanyakan dilakukan di lingkungan pendidikan, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Bahkan kegiatan MOS dijadikan ajang bullying terhadap siswa/mahasiswa baru.

“Don’t be a bully. Don’t even be a bully to the bullies, it just makes more bullies.”
-Robby Novak

Latar belakang saya menulis tema ini adalah ketika saya melihat berita di Metro Tv yang menyebutkan bahwa ada universitas terkemuka di Jakarta melakukan kegiatan bullying dikampus. Dan bahkan siswa yang dianiyaya itu berkebutuhan khusus, meskipun ada konfirmasi dari pihak kampus bahwa anak yang di bully bukan anak yang berkebutuhan khusus atau hanya bejanda. Tetapi hal ini sungguh tidak bisa di terima. Bejanda boleh tetapi jangan melakukan tindakan yang menyakiti bahkan menindas sesama..
Seharusnya mahasiswa bisa memberikan suri tauladan kepada adek-adek kelas bahkan bagi pelajar dibawahnya untuk selalu menghargai dan menghormati tiap-tiap makhluk hidup ciptaan Tuhan. Tetapi apa yang mereka lakukan???

Dalam kesempatan ini saya akan mengulas atau memberikan masukan kepada pemerintah dan masyarakat terutam aorang tua untuk menghentikan sikap bullying di dunia anak-anak atau bahkan remaja. Adalah sebagai berikut :
Sebenarnya banyak dimensi yang melatarbelakangi timbulnya bullying di dunia pendidikan atau  di masyarakat, tetapi secara garis besarnya adalah sebagai berikut :

BAGI PEMERINTAH
1.    Aturan / sanksi buat pelaku bullying
Kebanyakan bullying dilakukan oleh anak-anak usia antara 5 – 17 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan diluar umur tersebut diatas juga melakukannya. Alasannya menurut saya adalah karena usia 5 – 17 tahun merupakan usia yang anak-anak suka mencoba-coba hal-hal baru sampai pada hal hal yang kurang nalar ataupun masih bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekelilingnya.
Aturan mengenai bullying untuk pelaku dibawah umur hanya dikembalikan keorang tua untuk dibina atau bahkan hanya dilakukan pengawasan terhadap anak.
Jika pelakunya sudah dewasa (tdk dibawah umur) maka harus melakukan serangkaian hukum yang berlaku.
2.            Pendidikan karakter usia dini di lingkungan sekolah.

Pendidikan karakter di dunia sekolah memanglah penting. Pendidikan karakter muncul dari sikap didik yang ditularkan oleh pendidik melalui metode pembelajaran atau bahkan perilaku sikap yang bisa dicontoh.
Disamping itu pula menambah jumlah jam pelajaran agama atau pendidikan kewarganegaraan penting untuk dilakukan. Penambahan jam mata pelajaran agama bisa memberikan efek kognitif siswa untuk berperilaku sesuai ajaran agama yang sudah dianut dalam diri siswa. Diharapkan ketika siswa mendapat pendidikan agama lebih akan membawa dampak terhadap perilaku siswa. Penambahan jam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan mengajarkan siswa untuk bisa menghormati dan menghargai sesama manusia tanpa membedakan agama, suku, rasa  dan agama.

BAGI KELUARGA
Keluarga merupakan tempat utama untuk membentuk perilaku anak. Dengan keluarga yang harmonis maka akan menghasilkan generasi penerus yang selalu berpikir positif dan sehat. Sehat dalam berperilaku maupun sehat dalam menerima hal-hal positif. Hal ini karena waktu anak untuk bercengkerama dengan keluarga lebih banyak jika dibandingkan di dunia sekolah.
Orang tua harus senantiasa memberikan pengawasan dan arahan yang positif mengenai tindakan yang sudah dilakukan oleh anak. Memberikan kebebasan anak untuk menggali diri itu penting tetapi harus positif dan mampu untuk dipertanggungjawabkan. *belajarJdOrangTua

Berikanlah pelajaran akan makna cinta kasih kepada anggota keluarga dan sesama manusia.
beri pemahaman mengenai tindakan-tindakan yang tidak boleh dilakukan dan yang harus dilakukan. berikan masukan dengan cara yang bisa diterima oleh anak.
Jangan memaksa kehendak dan mencoba untuk memahami sifat dan pemikiran anak. sehingga kita akan mampu masuk ke dunia mereka dan memberikan arahan positif yang bisa diterima.

Semoga bullying di negara kita tidak terulang lagi, dan siswa-siswa di Indonesia menjadi pemuda pemudi yang bermanfaat dan mampu membawa nama baik bangsa dan agama. Amin

Dan semoga kita sebagai pendidik, selain memberikan materi pendidikan juga mampu memberikan contoh positif dalam berprilaku sehari-hari. *optimis
Nice Day J

Salam Bahagia dan Salam Sukses