Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Rabu, 26 Juli 2017

MEMUNCULKAN MASALAH DALAM PENELITIAN

Hasil gambar untuk gambar masalah
Gimana mau ketemu, tujuan aja berbeda heheh *Guyonan


Tujuan saya menulis ini adalah memberikan masukan kepada mahasiswa saya maupun mahasiswa di luar sana yang masih bingung menentukan masalah untuk dijadikan penelitian. Semoga sedikit membantu, apabila ada masukan bisa layangkan ke email pribadi saya di tiyox_banget@yahoo.com. Mungkin kita bisa pecahkan dan belajar bersama.

Judul diatas bisa dikaitkan dengan teori yang akan dijadikan rujukan dalam penelitian. Garis besarnya adalah teori digunakan untuk memperkuat hubungan di setiap hipotesis, sehingga mampu menjelaskan dan memperkuat pembahasan dari hasil penelitian. Ketika hasil menunjukkan berbeda dengan praduga hasil sementara maka hal ini akan memunculkan masalah baru. Apakah pemahaman teori yang dipakai itu salah? Ataukah cara menggunakan program analasis data yang tidak benar?

Ada 2 kemungkinan menurut saya :
1.    Data yang digunakan benar, Pengujian data dengan alat analsisi benar.
Hal ini bisa disebabkan teori yang digunakan salah. Pada penelitian kuantitatif  adalah menguji teori. Jadi pemilihan teori haruslah tepat. Berbeda dengan kualitatif. Teori yang dipakai bisa juga berubah tergantung dari kondisi lapangan. lihat link perbedaan kuanti dan kuali.

2.    Teori tidak didukung dengan pemilihan dimensi dan indikator yang benar
Teori dalam penelitian selain digunakan untuk menguatkan hubungan hipotesis juga bisa digunakan untuk sebagai dasar penyusunan indikator dalam membuat pertanyaan kuesioner (jika perilaku) atau menentukan dimensi/indikator jika variabel yang digunakan menggunakan rumus.
Missal untuk penelitian perilaku : motivasi, kinerja manajerial dll
Untuk penelitian dengan rumus : kinerja keuangan dengan rasio dll.

Permasalahan bisa dihadirkan jika :
1.    Fenomena Gap
2.    Research Gap

Penjelasan :
Langsung saya kasih contohnya, untuk mempermudah pemahaman
Judul penelitian : “Analisis Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Keuangan”

Definisi Konseptual :
Memuat konsep-konsep dari intellectual capital (dibuat minimal 3 konsep)
Konsep 1 :
Ihyaul Ulum (2009) bahwa Intellectual capital adalah sebagai bahan intelektual yang diformalkan, ditangkap, dan dimanfaatkan untuk menghasilkan asset senilai lebih tinggi yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu human capital (modal manusia), structural capital dan relational capital.
Konsep 2 :
Menurut Stewart (1997) adalah sebuah konsep modal yang merujuk pada modal tidak berwujud yang terkait dengan pengetahuan dan pengalaman manusia serta teknologi yang digunakan.
Konsep 3 :
Modal intelektual (IC) merupakan salah satu sumber daya yang di miliki oleh perusahaan. Modal intelektual (IC) pada umumnya didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai pasar perusahaan dan nilai buku dari aset perusahaan tersebut atau dari financial capitalnya. (Bontis et al. 2000)
Dari ketiga definisi konseptual diatas baru dimunculkan satu definisi konspetual yang akan digunakan dalam penelitian yaitu Ihyaul Ulum (2009) bahwa Intellectual capital adalah sebagai bahan intelektual yang diformalkan, ditangkap, dan dimanfaatkan untuk menghasilkan asset senilai lebih tinggi yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu human capital (modal manusia), structural capital dan relational capital.
Dimensi penelitian adalah : (1) human capital, (2) structural capital dan (3) relational capital.

Definisi Operasional :
Indikator dari Human Capital adalah :
1.    Secara keseluruhan, kompetensi semua pegawai sesuai dengan tingkat paling ideal yang diharapkan untuk dicapai.
2.    Rangkaian program pelatihan untuk mengganti pegawai yang keluar dari institusi
3.    Kerjasama antar pegawai dalam pelaksanaan tugas-tugas tim untuk kontribusi terbaik
4.    Dll.
Indikator dari Strukturak capital adalah…….(titik2nya bisa dipikir sendiri ya guys.. hehe)
Indikator dari relational capital adalah……

MASUK KE PAMBAHASAN
A.    Fenomena Gap
Fenomena gap merupakan perbedaan antara keadaan yang sebenarnya dengan yang diharapkan. Pada fenomena gap ini, terjadi ketimpangan antara sesuatu yang diharapkan (indikator) tidak sesuai dengan kenyataan.
HARAPAN
KENYATAAN
1.    Secara keseluruhan, kompetensi semua pegawai sesuai dengan tingkat paling ideal yang diharapkan untuk dicapai.
2.    DLL
1.    Kompetensi pegawai kurang ideal dilihat dari sisi kepandaian cara berpikir dan melaksanakan pekerjaan;
2.    dll

B.    Research Gap
Research Gap merupakan perbedaan hasil penelitian antara peneliti2 terdahulu tehadap hipotesis yang kita jadikan obyek penelitian.
Intellectual Capital dan Good Corporate Governance tidak memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja keuangan
Wahyuni Agustina (2015)
Terdapat pergeseran kinerja bank-bank di Indonesia dari tahun 2004, 2005 dan 2006 ditinjau dari perspektif Intellectual Capital. Dari penelitian ini pula menunjukkan bahwa kinerja perbankan yang diinjau dari aspek intellectual capital dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.
Ihyaul Ulum (2008)

Semoga bisa membantu memberikan pencerahan buat mahasiswa yang akan atau sedang membuat proposal dan skripsi.

Nice day J
Sukses sll

salam

Tidak ada komentar: