Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Selasa, 24 April 2012

LABA DITAHAN (Retained Earnings)

Laba Ditahan adalah laba dari operasi dibagikan dan menjadi tambahan penyertaan pemegang saham.
Laba Ditahan merupakan jumlah rupiah yang secara yuridis dapat digunakan untuk pembagian dividen.

Transaksi-transaksi yang mempengaruhi R/E adalah :
a.       Pembagian dividen
b.      L/R bersih operasi
c.       Koreksi pembukuan atas laba (rugi) tahun-tahun yang lalu

Laporan laba rugi bisa disajikan didalam laporan Laba Rugi atau terpisah dari laporan Laba rugi. Dan laporan laba ditahan dapat disajikan di dalam Laporan Perubahan Modal, dimana perubahan laba ditahan termasuk didalamnya.
Standar akuntansi harus membedakan antara transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi laba rugi yang akan disajikan dalam laporan laba rugi, dengan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang mempengaruhi laba ditahan yang akan disajikan dalam laporan Laba ditahan.

Perbedaan L/R dan R/E
L/R
R/E
1.      Elemen-elemen L/R adalah pendapatan, biaya, laba dan laba rugi, elemen – elemen itu tidak dapat didebetkan atau dikreditkan  ke dalam R/E
1.      Elemen-elemen yang dapat didebetkan atau dikreditkan ke dalam R/E adalah :
a.       Penutupan saldo rekening Ikhtisar L/R
-          Rugi laba (D)
-          Laba Bersih (K)
b.      Distribusi kepada pemegang saham (kas, property, atau saham)
-          Deklarasi Dividen (D)
-          Laba Ditahan (K)
c.       Perubahan Prinsip Akuntansi
-          Penyesuaian retroaktif negative (rugi, biaya) (D)
-          Penyesuaian retroaktif Positif (Laba, pendapatam) (K)
d.      Koreksi kesalahan periode sebelumnya
-          Penyesuaian periode sebelumnya (rugi, biaya) (D)
-          Penyesuaian periode sebelumnya (laba, pendapatan) (K)
e.       Penyisihan laba yang ditahan untuk tujuan-tujuan tertentu (perluasan pabrik, pelunasan utang dll)
-          Pencadangan (D)
-          Pembatalan Cadangan (K)
f.        Transaksi saham treasury
-          Penyesuaian negative transaksi saham treasury (D)
-          Laba Ditahan (K)
g.       Quasi reorganisasi
-          Penghapusan untuk nilai buku aktiva menjadi nilai pasar (D)
-          Untuk menjadikan bersaldo nol dengan mengkredit sejumlah tertentu dati modal disetor (K)
Note : Penyesuaian periode sebelumnya adalah  kesalahan yang dilakukan pada periode sebelumnya yang dketahui dan dikoreksi pada periode sekarang, kecuali penyesuaian terhadap perubahan umur aktiva tetap dan nilai residu, dan perubahan jumlah taksiran kerugian piutang.

Penyesuaian akan Nampak sebagai berikut :
R/E,  saldo awal                                                        XXXX
Koreksi kesalahan periode sebelumnya                (XXXX)
Laba ditahan setelah penyesuaian, saldo awal     XXXX

Laba ditahan (R/E) sangat erat hubungannya dengan dividen. Dimana dividen adlah pembagian laba kepada pemegang saham atas hak kepemilikan lembar saham perusahaan.

Macam-macam Dividen
1. Dividen Kas
Dividen yang paling umum dibagikan oleh PT adalah dividen kas. Yang  perlu diperhatikan oleh pimpinan perusahaan sebelum membuat  pengumuman adanya dividen kas ialah apakah jumlah uang yang ada  mencukupi untuk pembagian dividen tersebut.
2. Dividen Aktiva Selain Kas ( Property Dividends )
Aktiva yang dibagikan bisa berbentuk surat-surat berharga perusahaan lain  yang dimiliki oleh PT, barang dagangan atau aktiva-aktiva lain. Pemegang  saham akan mencatat dividen yang diterimanya ini sebesar harga pasar  aktiva tersebut
3. Dividen Utang ( Scrip Dividends )
Dividen utang timbul apabila laba tidak dibagi itu saldonya mencukupi  untuk pembagian dividen, tetapi saldo kas yang ada tidak cukup. Sehingga  pimpinan PT akan mengeluarkan scrip dividends yaitu janji tertulis untuk  membayar jumlah tertentu di waktu yang akan datang.
4. Dividen Likuidasi
Dividen likuidasi adalah dividen yang sebagian merupakan pembagian  modal. Apabila perusahaan membagi dividen likuidasi, maka para  pemegang saham harus diberitahu mengenai berapa jumlah pembagian laba  dan berapa yang merupakan pengembalian modal, sehingga para pemegang  saham bisa mengurangi rekening investasinya.
5. Dividen Saham
Dividen saham adalah pembagian tambahan saham, tanpa dipungut  pembayaran kepada para pemegang saham, sebanding  dengan sahamsaham  yang dimilikinya. (Baridwan, 2000 : 434)

Tiga tanggal penting dalam pembagian dividen diantaranya adalah sebagai berikut :
Kejadian
Keterangan
Jurnal
Tanggal Pengumuman






Tanggal Pencatatan
(Date of record)





Tanggal pembayaran
(Date of payment)



Dewan direksi mengumumkan pembagian dividen sehingga perusahaan mempunyai kewajiban mempunyai untuk membayar dividen.

Pada tanggal ini ditentukan pemegang sahan yang akan menerima pembayaran dividen.


Kas (atau aktiva lain) didistribusikan kepada pemegang saham yang berhak
R/E      (D)
     Hutang Dividen (K)





Tidak diperlukan jurnal hanya diperlukan catatan memo untuk pemegang saham yang berhak dalam buku pembantu

Hutang dividen (D)
Kas (K)



Untuk contoh konkrit bisa dilihat di  CONTOH SOAL » Contoh Mengihitung Dividen (Pengaruh R/E).

PENCADANGAN LABA DITAHAN
Kadang-kadang manajemen perusahaan bermaksud menggunakan sumber-sumber perusahaan untuk tujuan-tujuan khusus tertentu sehingga tidak dapat dibagikan dividen. Sehingga guna memberitahukan kepada pemakai laporan tentang maksud tersebut  maka dibentuk pencadangan R/E.
Contoh:
a.       Untuk perluasan perluasan pabrik dilakukan dengan mentransfer dari laba ditahan Rp 1 juta selama 5 tahun. Jurnal untuk mencatat pencadangan tersebut setiap tahun selama 5 tahun adalah sebagai berikut :
-          R/E     Rp 1juta (D)
-           Laba ditahan yang dicadangkan untuk perluasan pabrik   Rp 1juta (K)
b.      Pada akhir tahun kelima saldo cadangan berjumlah Rp 5juta. Apabila perluasan pabrik telah selesai dan pencadangan tersebut sudah tidak diperlukan, maka jumlah tersebut ditransfer kembali ke laba ditahan :
-          Laba ditahan yang dicadangkan untuk perluasan pabrik   Rp 5 juta (D)
-          R/E    Rp 5 juta (K)

QUASI REORGANISASI

Apabila perusahaan menderita rugi, rekening laba ditahan akan bersaldo negative atau deficit. Menurut undang-undang quasi reorganisasi meliputi 3 langkah berikut ini :
a.       Semua aktiva dinilai kembali pad nilainya sekarang (biasanya nilai bersih yang dapat direalisasi) sehingga perusahaan tidak dibebani biaya yang tinggi pada tahun-tahun berikutnya karena nilai aktiva yang terlalu tinggi.
b.      Agio harus dibentuk paling tidak sama dengan jumlah deficit, dengan cara donasi dari pemegang saham perusahaan, pengurangan nominal saham, atau cara-cara lainnya.
c.       Jumlah deficit kemudian dibebankan ke agio saham hingga bersaldo nol.

Karakteristik quasi reorganisasi
1.      Adanya bagian atau elemen hak-hak pemegang saham yang dicatat dengan nilai terlalu tinggi;
2.      Adanya aktiva-aktiva yang dinilai tinggi menurut ukuran yang berlaku pada waktu itu;
3.      Adanya institusi menajamen baru.

CONTOH :
Posisi modal pemegang saham PT. Liesti sebelum quasi reorganisasi adlah sebagai berikut :
Saham biasa, 10.000lb nominal Rp 150                                         Rp 1.500.000
Agio Saham                                                                                        Rp    300.000
R/E                                                                                                     (Rp 500.000)
Jumlah modal pemegang saham                                                     Rp 1.300.000

Dalam rangka quasi reorganisasi dilakukan langkah-langkah berikut ini :
a.       Diadakan revaluasi (penilaian kembali) terhadap aktiva-aktiva perusahaan :
-          Persediaan barang dianaikkan sebesar RP 100.000
-          Intangible Assets Rp 200.000
-          Aktiva tetap diturunkan Rp 100.000

Jurnal revaluasi aktiva :
Persediaan                                 Rp 100.000
R/E                                             Rp 200.000
            Intangible                                           Rp 200.000
            Aktiva Tetap                                      Rp 100.000
(R/E – ((Intangible + AT)-Persediaan))= 200.000

b.      Nilai nominal saham diturunkan dari Rp 150/lb menjadi Rp 50
Jurnal penurunan nilai nominal saham :
Modal saham Biasa                   Rp 500.000
     Agio Saham Biasa                         Rp 500.000
(10.000lb x Rp 50 = Rp 500.000)
c.       Penghapusan deficit
Agio Saham biasa                      Rp 500.000
    R/E                                                 Rp 500.000
(Nilai R/E awal)

Posisi modal pemegang saham PT. Liesti setelah quasi reorganisasi adalah sebagai berikut :
Saham biasa, 10.000lb nominal Rp 50                               Rp 500.000
Agio Saham                                                                            Rp 300.000
R/E                                                                                         Rp 0
 Jumlah modal pemegang saham                                        Rp 800.000
                                                   

Nice day and Good luck..:)

14 komentar:

Anonim mengatakan...

terima kasih ilmu nya mas, semoga berkah :)

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Iya sama2, maaf sy perempuan...

Anonim mengatakan...

Mbak, tanya donk...,
Bagaimana pencatatan biaya yang masih harus dibayar, di akhir tahun sehubungan dengan produk yang dikerjakan hingga akhir tahun tersebut belum selesai produksinya, tetapi produk tersebut sudah laku terjual (jatuhnya indent).
Sedangkan saya hanya punya RAB (rencana anggaran biaya) yang kemungkinan bisa berubah pada realisasinya nanti.
Terima kasih.

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Dear,

Menurut saya itu kan berarti Hutang biaya yang masih melekat di tahun dimana produksi masih dlam proses di tahun depan tetapi sudah diakui sebagai penjualan.
Ada 2 cara yang bisa dilakukan :
1. biayanya bisa dimasukkan kedalam biaya di tahun pada saat penjualan. masuk sebagai HPP
2. pada saat mencatat penjualan (indent) tersebut dibuat jurnal
Kas
pendapatan diterima dimuka
3. Nanti kalau sudah jadi di tahun berikutnya maka jurnalnya
pendapatan diterima dimuka
penjualan/pendapatan

menurut saya seperti itu..
semoga sedikit bs memberikan gambaran.

Anonim mengatakan...

Salam kenal,

saya awam soal akuntansi tapi diserahkan utk mengerjakan pembukuan perusahaan. Yang ingin saya tanyakan, thn 2011 ada retained current earning sebesar x dan april 2012 bayar income tax nya, bagaimana postingnya?

Tlg dibantu

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Dear salam kenal juga. tks atas kunjuangannya ..
kalau menurut saya begini..
R/E adalah unsur akun yang ada dalam neraca letaknya disisi pasiva. dan tregolong ekuitas (modal).
munculnya R/E adalah krena belum terbaginya laba atu tersimpannya laba yang harusnya di bagi kepada pemegang deviden.

Tahun 2011 mengakui adanya R/E
Deviden xx
R/E xxx

Tahun 2012 ini maksudnya perusahaan bayar pajak tahunan atau pajak apa ini??
kalau pajak tahunan (berdasarkan laporan L/R) adalah,
1. pada saat pengakuan
Beban Pajak xxx
Hutang pajak xxx
2. pada saat pembayaran
Hutang pajak xxx
kas....xxxx



menurut saya begitu.
semoga sedikit membantu.


selaludiam mengatakan...

kalo rugi bersih itu nanti masuk laba ditahan atau hanya rugi?kan di tahun berikutnya bisa mengurangi modal
atau kalau hanya untung(laba) saja yang dimasukin laba ditahan karena bisa menambah modal(kalau memang niat menambah modal)?

suwun

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Hi Selaludiam *nama yang unik :)

Begini, harus diketahui antara Laba/Rugi Usaha dengan Laba Ditahan ya sebelumnya..
Kalau laba / rugi usaha (laporan L/R menghitung dan menjelaskan seberapa besar laba/rugi pada periode akuntansi tanpa melihat pertumbuhan dan perkembangan perusahaan, dan biasanya diukur dengan satuan monetary.

Rugi dimasukkan kedalm R/E karena :
a. koreksi kesalahan dalam statemen keuangan periode sebelumnya.
b. kerugian atas penyesuaian yang dihasilkan atas terealisasinya suatu kerugian.
c. kerugian atas deviden yang diumumkan..

Regards

Unknown mengatakan...

Dear mbak Lies,

Mohon bantuan info, jika orang pribadi dalam melakukan bisnis dengan pembukuanm dan jika ada keuntungan, maka pada laporan Neraca, Laba ditahan dan kas akan bertambah terus..
Jika di perusahaan, ada pembagian deviden sehingga laba ditahan otomatis berkurang.
Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana menghilangkan laba ditahan pada laporan neraca ? karena laba tsb mungkin saja sudah dipakai dan sudah tidak sesuai lg dgn laporan neraca seperti yg harus dilaporkan ke kantor pajak.

Mohon petunjuknya mbak..

Terima kasih sebelumnya.

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Salam kenal,

jika orang pribadi dalam melakukan bisnis dengan pembukuanm dan jika ada keuntungan, maka pada laporan Neraca, Laba ditahan dan kas akan bertambah terus..BENAR

Jika di perusahaan, ada pembagian deviden sehingga laba ditahan otomatis berkurang..BENAR


bagaimana menghilangkan laba ditahan pada laporan neraca ? karena laba tsb mungkin saja sudah dipakai dan sudah tidak sesuai lg dgn laporan neraca seperti yg harus dilaporkan ke kantor pajak.

ada beberapa cara untuk membuat saldo R/E nol diantaranya :
1. Jika perusahaan memperoleh kerugian yang besar sejulah/melebihi R/E;
2. adanya pembagian laba ditahan
3. TRANSAKSI OPERASI dimana R/E digunakan untuk membeli aset/investasi untuk memperlancar kegiatan operasional perusahaan
4. TRANSAKSI MODAL yi RE digabung dengan modal disetor. Sebenarnya hal ini kurang begitu dianjurkan karena modl disetor merupakan unsur awal pembentuk modal ketika perusahaan dibentuk. Jadi semisal nnt digabung maka diwajibkan untuk membuat kalkulasi/catatan tersendiri sehingga apabila ada pembagian deviden atau adapertanyaan dari pihak lain akan bs mejelaskan secara rinci.

Menurut saya begitu,

semoga sedikit mmbantu ya..
regards

Tino mengatakan...

Assalamu 'alaikum wr wb

Ada pertanyaan yang ingin saya ajukan sehubungan dengan penjelasan diatas, dan jawaban pertanyaan 18 Maret 2013 10.27 sehubungan dengan RE:

- dalam penjelasan mengenai PENCADANGAN LABA DITAHAN dimana untuk membangun pabrik sebesar 5 juta Untuk perluasan perluasan pabrik, setelah perluasan pabrik selesai maka RE yang dicadangkan tersebut dipindahkan lagi ke RE Umum.
Dalam hal ini maka Cadangan RE (Laba Ditahan yang Dicadangkan) seolah oleh hanya untuk mencadangkan dari sisi aktivanya atas ketersediaan kas untuk memperluas pabrik.
Konsekuensi dari hal ini adalah bahwa entitas akan membukukan Aset (Pabrik) sejumlah Rp.5 juta.

- pada jawaban pertanyaan 18 Maret 2013 10.27 mengenai menghilangkan laba ditahan pada laporan neraca (sebenarnya tidak masalah beda dengan laporan pajak, karena itu merupakan laporan keuangan komersial), pada jawaban no. 3. TRANSAKSI OPERASI dimana R/E digunakan untuk membeli aset/investasi untuk memperlancar kegiatan operasional perusahaan.

Impact dari hal ini berbeda, yaitu bahwa RE akan berkurang, kemudian entitas tidak membukukan aset/investasi yang dibeli.

Mohon pencerahannya, mana yang benar atau kedua-duanya boleh dilakukan .... (mohon referensi rujukannya)

Sukron, semoga menajdi amal sholeh .... Amin.

Wassalam.

tugiantoro@yahoo.com

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Walaikumsalam,

Trimakasih banyak sudah berkunjung ke blog saya, dan sudah beri masukan..
semoga sukses sll menyertai kita semua..amin
Begini kalau menurut saya,
Kita harus memahami tujuan awalnya..apakah R/E digunakan untuk pencadangan atau pembelian aset..
penggunaan laba ditahan dengan sistem pencadangan dengan sistem pembelian aset hampir sama..
Kalau sy ulas lagi untuk model pencadangan jurnalnya :
R/E (D)
R/E yang dicadangkan (K)
kemudian diakhir periode dibalik sehingga R/E kembali ada..
Perlu diingat bahwa dengan mengembalikan R/E ke dalam laporan maka otomatis juga pabrik juga mengalami peningkatan aset..
nah peningkatan aset itu bisa di buat penyesuaian yaitu :
Pabrik (bangunan) pada Modal..

Begitu juga dengan pembelian aset..
jurnalnya :
R/E (D)
R/E untuk pembelian aset (K)
kemudian dikahir periode dibalik sehingga R/E kembali ada..

dengan mengembalikan R/E ke dalam laporan maka otomatis juga Aset juga mengalami peningkatan
nah peningkatan aset itu bisa di buat penyesuaian yaitu :
Aset pada Modal..

kalau menurut saya begitu, semoga bisa sedikit memberikan pemikiran dan pemahaman..

Salam

Muhammad Nafarin mengatakan...

saya manggilnya mba aja ya :D

gini saya mau nanya mba,
saldo normal "laba ditaha"n itu apa ya ?

trus saldo normal "modal saham" apa juga ?

Thanks sebelumnya..

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Saldo normal laba ditahan Kredit Jika bertambah

Modal saham juga sama Kredit jika bertambah