Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Selasa, 02 Oktober 2012

PENGERTIAN DASAR – DASAR BIAYA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR


Menurut saya perusahaan manufaktur adalah
“sebuah tempat usaha dan didalam melaksanakan usahanya tersebut ada unsure input – proses – output (Produk + wastages/sampah)”.
Sebelum kita mempelajari mengenai beberap system yang ada di perusahaan manufaktur dan beberapa contoh perhitungannya, alangkah kita mengetahu dasar-dasar biaya yang biasa digunakan didalam proses usaha manufakktur. Sehingga pada akhirnya nanti kita terhidar dari ambigu.
Didalam proses manufaktur kita tidak akan terlepas dari apa itu akuntansi biaya. Akuntansi biaya menyajikan informasi biaya yang digunakan untuk berbagai tujuan. Yaitu perencanaan dan pengendalian laba, penentuan Harga Pokok Produk atau jasa dan digunakan untuk pengambilan keputusan oleh management.

Penggolongan Biaya
1.      Biaya Produksi (Factory Cost)
1.      Biaya Bahan baku (direct Material Cost) ; merupakan semua unsure pembelian barang mentah yang nantinya akan diproses  produksi langsung.
2.      Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost); merupakan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan dalam proses produksi langsung.
3.      Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead); biasa disingkat BOP (biaya Overhead Pabrik) merupakan biaya selain biaya bahan baku langsung dan BTKL.
2.      Biaya Operasi (Commercial Expense)
a.       Biaya Pemasaran (Marketing and Selling Expense)
b.      Biaya Adsministrasi dan Umum (General & Administration Expense)
3.      Berdasarkan Periode Akuntansi
a.       Capital Expenditure (Pengeluaran Modal).
Merupakan pengeluaran yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi, jumlahnya relative besar, dan pengeluaran ini sifatnya tidak rutin. Jenis pengeluaran ini dikapitalisir dan dicantumkan sebagai harga perolehan.
b.      Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditure)
Merupakan pengeluaran yang member manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi. Pengeluran ini menjadi beban pada periode tersebut, dan dicantumkan dalam income statement. Pengeluaran ini jumlahnya relative kecil dan umumnya pengeluaran ini sifatnya rutin.
4.      Berdasarkan Volume Kegiatan
a.       Biaya Tetap (Fix Cost)
Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan sampai pda tingkatan tertentu. Biaya tetap/unit berubah berbanding terbail dengan perubahan volume kegiatan.
b.      Biaya Variabel (Variable Cost)
Mengasumsikan hubungan linier antara biaya aktifitas tersebut. Yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variable.
c.       Biaya Semi Variable
Yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding/proporsiaonal.
5.      Berdasarkan Obyek kegiatan
a.       Biaya Langsung; biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat diindentifikasi kepada obyek atau pusat biaya tertentu;
b.      Biaya tidak langsung; biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasi pada obyek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang manfaatnya dinimkati oleh beberapa obyek atau pusat biaya.
6.      Sistem Akuntansi Biaya
a.       Sistem Harga pokok sesungguhnya (Actual Cost System). Yaitu system pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sesuai dengan harga pokok yang sesungguhnya dinikmati. Pada system ini harga pokok produksi baru dapat dihitung pada akhir periode setelah biaya sesungguhnya dikumpulkan.
b.      Sistem Harga Pokok Standar (Standard Cost System). Yaitu system pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sebesar harga pokok yang telah ditentukan/ditaksir sebelum suatu produk atau pesanan dikerjakan.
7.      Sistem pengumpulan Harga Pokok
a.       Job Order Cost; yaitu pengumpulan harga pokok produk yang dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak.
b.      Process Cost; metode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu. Dalam metode ini, proses produksi di perusahaan dilaksanakan secara terus-menerus, barang yang dihasilkan homogeny, dan perhitungan harga pokok produksi didasarkan atas waktu. Biasanya dilakukan untuk memenuhi stok.

Sumber : Perpustakaan USU


2 komentar:

joko prasetyo mengatakan...

Bill of Materials dan Accounting / Akutansi tidak dapat di pisahkan karena di dalam BoM terdapat harga komponen yang akan di hitung setiap bulannya untuk mengetahui pergerakan harga produk dari hasil proses kerja manufakturing , Itulah yang terjadi di perusahaan yang saya jalani sekarang. Artikel yang bagus, Keep Writing Ya...
http://bom4mfg.blogspot.com/

Tiyok Liesti mengatakan...

Dear Mas Joko,

Thanks atas kunjungannya.
kalau boleh kement sedikit, after saya baca blog anda mengenai BoM baru sy tahu apa itu BoM, memang tdk jauh dari ilmu akuntansi lebih fokusnya akuntansi management. karena didalamya mengatur kerangka proses produksi untuk bisa menyediakan bahan mentah sehingga bisa menghasilkan barang yang tepat waktu.
kalau diistilah akuntansi management bisa dinamakan JIT (just in time)...*belum saya kupas di blog saya..insyallah next nya akan sy tulis bab diatas..

Regards