Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Rabu, 19 Oktober 2011

METODE PENCATATAN AKUNTANSI → KAS




 
Pengertian Kas
Kas merupakan bagian dari asset yang tersusun dalam neraca yang letaknya paling atas. Karena kas merupakan aset lancar perusahaan yang sewaktu-waktu siap dicairkan  (likuid).
Kas terdiri dari uang logam, uang kertas, cek, giro dan uang ditangan atau uang di bank.
Macam-macam kas
Ø      Kas Kecil (Petty Cash)
Ø      Kas di Bank
Ø      Check atau bilyet giro yang diterima dan belum disetor ke bank

  1. KAS KECIL (PETTY CASH)
Kas kecil merupakan bagian dari kas, yaitu uang tunai yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek atau giro.
Metode pencatatan Kas Kecil ada 2 yaitu :
  1. Metode Imprest (metode dana tetap)
Adalah suatu metode pengisian dan pengendalian kas kecil dimana jumlah kas kecil  selalu tetap dari waktu ke waktu, karena pengisian kembali kas kecil akan sama dengan jumlah yang telah dikeluarkan.
Kegiatan operasinya dana kas kecil dengan menggunakan imprest fund yaitu :
  1. Pembentukan Kas
  2. Penggunaan Kas
  3. Pengisian kembali kas kecil
Jurnal yang dibuat :
  1. Kas kecil dibentuk
  2. Kas kecil diisi
  3. Jumlah kas kecil dinaikkan/diturunkan
Misalkan :
Pada tanggal 5 April 2010 PT. Liesti membentuk dana kas kecil sebesar RP 5 juta. Pada tanggal 15 April 2010 bendahara ingin mengisi kas kecil kembali karena dananya mau habis. Diantaranya pengeluaranya adalah sebagai berikut :
> Biaya Angkut penjualan     Rp 1 juta
> Biaya Adsministrasi                        Rp 1 juta
> Biaya Perlengkapan                        Rp 1.5 juta
> Biaya Lain-lain                     Rp 1 juta
Pada tanggal 25 April setelah bendahara memprediksikan dana kas kecil tidak cukup untuk biaya operasional maka bendara tersebut memberikan pertanggungjawaban kepada settle dana (kasir).
 Pada tanggal 30 April perusahaan ingin menaikkan jumlah saldo kas kecil untuk bulan berikutnya sejumlah 6.000.000.


Penyelesaian :

Tgl
Keterangan
Reff
D
K
5 April
Dana Kas Kecil

Rp 5.000.000


     Kas


Rp 5.000.000

(Pembentukan Dana Kas Kecil)








25 April
Biaya Angkut Penjualan

Rp 1.000.000


Biaya Adsministrasi

Rp 1.000.000


Biaya Perlengkapan

Rp 1.500.000


Biaya Lain-Lain

Rp 1.000.000


     KAs


Rp 4.500.000

(Pengisian Kembali Kas Kecil)




** apabila ada selisih antara bukti kas dengan jumlah dana kas kecil maka dibentuk selisih kas








30 April
Dana Kas Kecil

Rp 1.000.000


     Kas


Rp 1.000.000

(Perubahan Jumlah Dana Kas Kecil dari Rp 5 Juta menjadi Rp 6 juta)



















** ingat pada saat transaksi pengeluaran kas kecil tidak dilakukan penjurnalan, penjurnalan dilakukan apabila bendahara memprediksikan dana kas kecil sudah mencapai minimum kemudian dilanjutkan pertanggungjawabkan kebagian settle dana).

Kelebihan metode dana tetap (Imprest Fund) adalah dananya selalu tetap kecuali ada perubahan kebijakan. Dalam hal ini perusahaan akan sebisa mungkin menekan biaya-biaya yang dikeluarkan melalui kas kecil. Karena jumlah dana yang dianggarkan selalu sama.


  1. Metode Fluktuasi
Adalah suatu metode pencatatan dan pengendalian kas kecil, dimana jumlah kas kecil akan selalu berubah sesuai dengan pengeluaran, penerimaan dan penambahan kas kecil. Pada sistem ini, pengelola kas kecil melakukan pencatatan pada buku kas kecil untuk setiap pengeluaran maupun penambahan dana kas kecil yang akan dijadikan dasar untuk diposting ke perkiraan-perkiraan buku besar.

Misalkan :
Pada tanggal 5 April 2010 PT. Liesti membentuk dana kas kecil sebesar RP 5 juta. Pada tanggal 15 April 2010 bendahara ingin mengisi kas kecil kembali karena dananya mau habis. Diantaranya pengeluaranya adalah sebagai berikut :
> Biaya Angkut penjualan     Rp 1 juta
> Biaya Adsministrasi                        Rp 1 juta
> Biaya Perlengkapan                        Rp 1.5 juta
> Biaya Lain-lain                     Rp 1 juta
Pada tanggal 25 April perusahaan mengadakan pengisian kembali.
 Pada tanggal 30 April perusahaan ingin menaikkan jumlah saldo kas kecil untuk bulan berikutnya sejumlah 6.000.000.
Penyelesaian :

Tgl
Keterangan
Reff
D
K
5 April
Dana Kas Kecil

Rp 5.000.000


     Kas


Rp 5.000.000

(Pembentukan Dana Kas Kecil)













15 April
Biaya Angkut Penjualan

Rp 1.000.000


Biaya Adsministrasi

Rp 1.000.000


Biaya Perlengkapan

Rp 1.500.000


Biaya Lain-Lain

Rp 1.000.000


     Kas Kecil


Rp 4.500.000

(Pengeluaran Dana Kas Kecil)








25 April
Dana Kas Kecil

Rp 4.500.000


     Kas


Rp 4.500.000

(Pengisian Kembali Kas Kecil)








30 April
Dana Kas Kecil

Rp 1.000.000


     Kas


Rp 1.000.000

(Perubahan Jumlah Dana Kas Kecil dari Rp 5 Juta menjadi Rp 6 juta)









Jadi bisa dilihat perbedaanya ya…. Jangan sampe salah …J

  1. KAS BANK
Merupakan uang tunai yang berada di bank dalam rekening giro  (kas di bank).
(cukup jelas)

  1. Check atau bilyet giro yang diterima dan belum disetor ke bank
(cukup jelas)



2 komentar:

jazzaddicted mengatakan...

terima kasih ilmunya, sangat bermanfaat

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Okay, sama2 :)