Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Jumat, 24 Januari 2014

TEORI HAL MENENTUKAN INVESTASI ITU DI TERIMA ATAU DITOLAK




Sebelumnya masuk ke contoh soal maka kita terlebih dahulu mengetahui pengertian-pengertian istilah dibawah ini :

  1. NPV (Net Present Value)
Merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon factor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskonkan pada saat ini.

ATAU

NPV ini memperhatikan time value of money (nilai waktu dari uang) sehingga proceed/net cash flow yang digunakan dalam menghitung NPV adalah proceed yang didiscountokan atas dasar biaya modal (cost of capital) atau rate of return yang diinginkan.
Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan.
Dalam metode ini pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang (present value) dari proceeds yang diharapkan atas dasar “discount rate” tertentu. Kemudian jumlah present value dari keseluruhan proceeds selama usianya dikurangi dengan Present Value dengan jumlah investasinya (initial investment).
Selisih antara PV dari keseluruhan Proceeds dengan PV dari pengeluaran modal dinamakan “Net Present Value” (nilai sekarang bersih).

RUMUS :
NPV    = Rt / (1+i)t
Dimana :         t           = waktu arus kas
                        I           = suku bunga diskonto yang digunakan
                        Rt        = arus kas bersih (the net cash flow) dalam waktu t
Arti Perhitungan NPV
Pada tabel berikut ditunjukkan arti dari perhitungan NPV terhadap keputusan investasi yang akan dilakukan :
HASIL
ARTINYA
KEPUTUSAN
NPV > 0
Investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahan
Proyek bisa dijalankan
NPV < 0
Investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perushaan
Proyek ditolak
NPV = 0
Investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun rugi
Kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuangan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan criteria lain misalnya dampak investasi terhadap positionin perusahaan.

  1. IRR (Internal Rate of Return)
Merupakan indicator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar dari pada laju pengembalian apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain).
ATAU
IRR adalah tingkat bunga (discount) yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang proceed yang diharapkan akan diterima (PV of Proceed) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal (PV of Outlays).
IRR digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of return atau Minimum attractive rate of return. Minimum acceptable rate of return adalah laju pengembalian minimum dari suatu investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor.
IRR merupakan suku bunga yang akan menyamakan jumlah nilai sekarang dari penerimaan yang diharapkan diterima (present value of future proceed) dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran untuk investasi.

RUMUS

IRR ={Ir\ +\ } \frac{NPV\ Ir } {NPV\  Ir \ -\ NPV\  It } * \left(It\ - \ Ir\right)\,
Dimana :
i1         = bunga rendah
NPV1  = NPV pada bunga rendah
NPV2  = NPV pada bunga tinggi
i2         = Bunga tinggi
Untuk mencari besarnya IRR dapat dilakukan dengan metode “Trial and Error (coba-coba), yaitu mencoba menggunakan suku bunga tertentu, melakukan perhitungan, kemudian menerimanya.

Perhitungan IRR Praktis

IRR     = Bunga Rendah + (NPV / (NPV pada bunga rendah – NPV pada bunga tinggi) x (Bunga tinggi – bunga rendah))
Bila suku bunga yang kita gunakan itu belum memberikan hasil PV of Proceed sama dengan PV of Outlays, maka dicoba lagi sehingga diperoleh pada tingkat discount rate tertentu PV of Proceed dikurangi PV of Outlays sama dengan nol.
  1.  ARR (Accounting Rate of Return)
ARR dapat dihitung dengan dua cara :
  1. ARR = (NI / Io) x 100%
Dimana :
NI = Net Income (keuntungan netto rata-rata tahunan)
I0 = Initial Outlays (jumlah investasi pada awal periode)
  1. ARR atas dasar Average Investment
ARR = (NI / (Io:2)) x 100%
Diaman :
NI = Net Income (keuntungan netto rata-rata tahunan)
I0 : 2 = Initial Outlays (investasi rata-rata).

  1. PAYBACK PERIOD
ADALAH SUATU PERIODE YANG DIPERLUKAN UNTUK DAPAT MENUTUP KEMBALI PENGELUARAN INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN PROCEED ATAU NET CASH FLOW.
Cara menghitung dengan menggunakan metode ini adalah :
Jika proceed setiap tahun dari suatu proyek adalah sama selama umur proyek, dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :
Payback Period = (Total Investasi / Proceed rata-rata tahunan) x 1 th
ATAU
Payback Period = (Total Investasi / Kas Masuk Bersih) x 1th

  1. PI (Profitability Index)
Adalah antara nilai sekarang aliran kas masuk netto (Present Value of Proceed) di masa mendatang dengan aliran kas keluar mula-mula (Present Value of Outlays).
Profitability Index = Present Value of Proceed / Present Value of Outlays
Kriteria penilaiannya, apabila P1 sama dengan 1 atau lebih maka usulan proyek tersebut diterima, sebaliknya bila PI kurang dari  1 maka usulan proyek ditolak.

Untuk soal insyallah dilanjutkan berikutnya.. sll ikutin yach..

Tidak ada komentar: