Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Selasa, 06 Maret 2012

HUKUM DI INDONESIA *TUMPUL KEATAS TAPI TAJAM KEBAWAH*

Ayo pembaca sebelum membaca tulisan saya yang hanya sekedar suara hati ini marilah kita senantiasa mengucupkan “We Love Allah SWT” dan ucapkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad Rasulullah SAW.  Amin
Dan jangan lupa ucapkan sayang kepada kedua orang tua kita dan keluarga serta sahabat kita semua.

Ketika saya berpikiran menulis tulisan yang hanya sekedar curhatan ini sebelumnya terjadi hal yang kebetulan ketika saya punya pikiran tetang hal ini kemudian tidak lama di salah satu tayangan tipi mengupas hal yang serupa...just a coincidence ..:)

HUKUM….?
Menurut Wikipedia hukum adalah system yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalamberbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan social antar masyarakat terhadap kriminalitas dalam hukum pidana .

Kalau menurut saya hukum merupakan sebuah aturan yang berlaku di masyakarakat baik yang mengikat dan yang tidak mengikat dan digunakan untuk mencapai ketertiban dan keamanan masyarakat. Dan hukum digunakan untuk memberikan titik  jera kepada pelaku kejahatan.

Ups… tapi dalam hal ini saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai pembahasan hukum, karena saya bukan orang hukum tapi saya suka geram kalo hukum di permainkan di ajang politik dengan di konsolidasi dengan menggunanakan uang…*pemikiran berani hehe*

Sekarang ini kalau kita lihat perhelatan dunia politik semakin tajam, dan mereka sudah tidak takut hukum lagi karena mereka sudah beranggapan kalau hukum (pengadilan) bisa dibeli.

Coba kita ingat beberapa bulan yang lalu kasus orang miskin yang tersangkut hukum. Misalnya pencuruan sandal yang dilakukan oleh siswa SMK 3 kota Palu, Sulawesi Tengah, pada saat itu walaupun akhirnya anak ini dihukum bebas dan dikembalikan lagi ke orang tua.
Dan seorang kakek bernama Rawi usia 66 tahun mencuri merica 0.5 ons…*saya ulang 0.5 ons* dikenakan penjara 2 bulan 25 hari (sumber Kompas).  Astagfirullahaladzim..
Gimana ya..kasihan saya melihat fenomena ini. Begitu manusia sekarang itu sangat sedikit jiwa sosialnya. Banyak sekali kemiskinan di negeri kita ini.

Coba bandingkan para koruptor yang mendompleng kekuasaan, baik itu mendompleng di sebuah lembaga legeslatif Negara atau ke partai politiknya. Mereka mencuri uang rakyat milyaran bahkan mencapai triliyunan..dan mereka tanpa dosa tetap heppy dan tak melihat warga miskin di bawahnya.
Mereka sibuk memikirkan pola kemewahan yang sudah mereka punya dengan uang korupsi.

Padahal jelas di katakana didalam Al-Qur’an “Janganlah sekali-kali engkau makan harta orang miskin dan anak fakir, karena itu perbuatan dosa.”

Korupsi adalah segala tindakan dengan mengambil hak orang lain khususnya hak orang yang di wakilinya kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi atau golongannya atau penyalahgunaan kewenangan atas jabatan yang sudah diberikan oleh sebagian besar orang  kepada dirinya untuk mengelola sumber daya demi kemakmuran rakyat, tetapi malah digunkan untuk memperkaya diri sendiri atau memberikan keuntungan kepada keluarga maupun golongan (kelompok).

Kenapa terjadi ketidakadilan dalam hukum untuk orang kaya dan miskin?
Cukup jelas bukan..? secara kasat mata kita bisa tahu apa yang membedakan orang kaya dengan miskin..? yang paling utama adalah karena hartanya.
Berarti bisa ditarik kesimpulan bahwa hokum akan bisa dibeli oleh orang yang banyak harta  yang melakukan kegiatan korupsi dimana mereka bisa mengurangi hukuman yang sebenarnya. Misalnya orang tersebut mendapatkan hukuman 15 tahun-nan bisa menjadi 5 tahun atau bahkan lebih kurang dari tuntutan.

Beda dengan orang miskin ambil nyuri pisang saja bisa mencapai 12 tahun.. ckckckkckck..hukum yang kontras dan bersebarangan..
Tetapi saya yakin dengan kuasa Illahi yang diberikan oleh orang-orang yang duduk di lembaga peradilan akan sadar dan bersifat adil didalam memutuskan vonis untuk terdakwa baik itu orang miskin ataupun orang kaya.

Ayo semua kawans-kawans kita berdoa semoga bapak/ibu pimpinan negeri ini diberikan keikhlasan serta kesadaran bahwa senantiasa besikap adil. amin

Kita harus optimis, walaupun menumbuhkan sikap optimis itu perlu semangat yang tinggi, semoga bangsa tercinta kita ini bisa terbebas dari korupsi yang berkepanjangan dan hukum diberikan kepada setiap warga negaranya tanpa pandang bulu. Amin



Tidak ada komentar: