Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Selasa, 25 Oktober 2011

ALAT UKUR KINERJA PERUSAHAAN » EVA (ECONOMIC VALUE ADDED)


     Investasi pada sekuritas di pasar modal memungkinkan para pemodal (investor) untuk melakukan diversifikasi investasi, membentuk portofolio sesuai dengan resiko yang bersedia mereka tanggung dan tingkat keuntungan yang diharapkan. Penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. Laba perusahaan selain merupakan indicator kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban bagi para penyandang dananya juga merupakan elemen dalam penciptaan nilai perusahaan yang menunjukkan prospek perusahaan di masa yang akan datang.
     Tingkat profitabilitas perusahaan sapat diukur dari beberapa aspek yaitu berdasarkan ROS (Return on Sales ), EPS (Earning Per Share), ROA (Return on Asset), ROE (Return on Equity). (akan dibahas pada kesempatan lain).
Tetapi penggunaan analisis rasio keuangan sebagai alat pengukur akuntansi konvensional memiliki kelemahan utama yaitu mengabaikan adanya biaya modal sehingga sulit mengetahui apaka suatu perusahaan teah berhasil menciptakan nilai atau tidak. Maka dikembangkannya konsep baru yaitu EVA (Economic Value Added).
EVA merupakan pendekatan baru dalam menilai kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil ekspektasi penyandang dana.
     Penilaian kinerja dengan menggunakan pendekatan EVA menyebabkan perhatian manajemen sesuai dengan kepentingan pemegang saham. Dimana pemegang saham didalam menginvestasikan dananya ingin mendapatkan return saham yang tinggi. Sedangkan bagi manajamen, EVA digunakan untuk memilih investasi yang memaksimumkan tingkat pengembalian dan meminimumkan tingkat biaya modal sehingga perusahaan dapat dimaksimumkan.
     EVA dapat digunakan untuk mengindentifikasikan kegiatan atau proyek yang memberikan pengembalian lebih tinggi dari pada biaya modalnya. Kegiatan atau proyek yang memberikan nilai sekarang dari total EVA yang positif menunjukkan bahwa proyek tersebut menciptakan nilai perusahaan dan dengan demikian sebaiknya diambil. Sebaliknya, kegiatan proyek yang tidak menguntungkan tidak perlu diambil. Penggunaan EVA dalam mengevaluasi proyek akan mendorong para manajer untuk selalu melakukan evaluasi atas tingkat resiko proyek yang bersangkutan.
Menurut Sidharta Utama (1997) penialaian EVA dapat dinyatakan sebagai berikut :
1.       Apabila EVA > 0, nilai EVA positif yang menunjukkan telah terjadi proses nilai tambah pada perusahaan. Bearti ada nilai ekonomis lebih, setelah perusahaan membayarkan semua kewajiban pada para penyandang dana atau kreditur sesuai ekspektasinya.
2.      Apabila EVA = 0, menunjukkan posisi impas atau break Event Point. Berati tidak ada nilai ekonomis lebih, tetapi perusahaan mampu membayarkan semua kewajibannya pada pada para penyandang dana atau kreditur sesuai ekspektasinya.
3.      Apabila EVA < 0, nilai EVA negative dan menunjukkan tidak terjadi proses nilai tambah. Berarti perusahaan tidak mampu membayarkan kewajiban pada para penyandang dana atau kreditur sebagaimana nilai yang diharapkan ekspektasi return saham tidak dapat tercapai.

Fungsi dari pendekatan EVA adalah adalah :
A.     Indicator tentang adanya penciptaan nilai dari sebuah investasi;
B.      Indicator kinerja sebuah perusahaan dalam setiap kegiatan operasional ekonomisnya;
C.      Pendekatan baru dalam pengukuran kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil para penyandang dana atau pemegang saham.
Keunggulan EVA :
Ø      EVA memfokuskan penilaiannya pada nilai tambah dengan memperhitungkan beban biaya modal sebagai konsekuensi investasi;
Ø      Perhitungan EVA relative mudah dilakukan hanya yang menjadi persoalan adalah perhitunannya biaya modal yang memerlukan data yang lebih banyak analisa yang mendalam;
Ø      EVA dapat digunakan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding seperti standar atau perusahaan lain, sebagaimana konsep penilaian dengan menggunakan analisa ratio. Dalam prakteknya data pembanding, seringkali tidak tersedia.
Kelemahan EVA
Ø      Sulit menentukan biaya modal secara obyektif. Hal ini disebabkan dana untuk investasi dapat berasal dari berbagai sumber dengan tingkat biaya modal yang berbeda-beda dan bahkan biaya modal mungkin merupakan biaya peluang.
Ø      EVA terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham tertentu, padahal factor-faktor lain terkadang justru lebih dominan.
Ø      Konsep ini sangat tergantung pada transparansi internal dalm perhitungan EVA secara akurat. Dalam kenyataannya seringkali perusahaan kurang transparan dalam mengemukakan kondisi internalnya.
Ø      EVA jarang dipakai dalam praktek
Ø      EVA hanya mengukur salah satu keberhasilan bisnis

Dengan diperhitungkannya biaya modal, EVA mengindikasikan seberapa jauh perusahaan telah mencipakan nilai bagi pemilik modal. Namun demikian, dalam prakteknya EVA dapat menimbulkan masalah, terutama karena diperlukannya estimasi atas tingkat biaya modal. Untuk itu dalam menerapkan EVA, kita harus selalu memonitor dan mengevaluasi atas kewajaran tingkat biaya modal yang digunakan.

LANGKAH-LANGKAH DALAM MENHITUNG EVA
EVA merupakan hasil pengurangan tota biaya modal terhadap laba operasi setelah pajak. Biaya modal sendiri dapat berupa cost of debt dan cost of equity.
EVA = NOPAT – (Capital x c) atau
EVA = (r-c) x Capital
Definisi :
Ø      NOPAT (Net Operating After Tax) adalah  laba bersih (Net income after Tax) ditambah bunga setelah pajak.
Ø      C = biaya capital adalah biaya bunga pinjaman dan biaya ekuitas yang digunakan untuk menghasilkan NOPAT tersebut dan dihitung secara rata-rata tertimbang (WACC).
Ø      R = tingkat balikan capital (Rate Of Return), yaitu NOPAT/C
Ø      C = Jumlah dana yang tersedia bagi perusahaan untuk membiayai perusahaannya.

Langkah-langkah untuk menghitung EVA
1.       Menghitung NOPAT (Net Operating After Tax)
Rumus : NOPAT = Laba (Rugi) Usaha – Pajak
Definisi :
Ø      Laba usaha adalah laba operasi perusahaan dari suatu current operating yang merupakan laba sebelum bunga.
Ø      Pajak disini adalah yang digunakan dalam perhitungan EVA adalah pengorbanan yang dileuarkan oleh perusahaan dalam penciptaan nilai tersebut.

2.      Menghitung Invested Capital
Rumus : Invested Capital = (Total Hutang + Ekuitas) – Hutang Jangka Pendek
Definisi :
Ø      Total hutang + ekuitas menunjukkan beberapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang.
Ø      Penjaminan janka pendek tanpa bunga merupakan pinjaman yang digunakan perusahaan yang pelunasan maupun pembayarannya akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, dan atas pinjaman itu tidak dikenal bunga, seperti hutang usaha, hutang pajak, biaya yang masih dibayar, dan lain-lain.

3.      Menghitung WACC (Weighted Average Cost Of Capital)
Rumus : WACC = [(D x rd) (1-tax) + (E x re)]
Dimana :
                                 Total Hutang
Tingkat Modal (D) = —————————- x 100 %
                        Total Hutang dan Ekuitas
                             Beban bunga
Cost of Debt (rd) = ———————– x 100 %
                               Total Hutang
                                                Total Ekuitas
Tingkat Modal / Ekuitas (E) = ——————————- x 100 %
                                          Total Hutang dan Ekuitas
                           Laba bersih setelah pajak
Cost of Equity (re) = ———————————- x 100 %
                                  Total Ekuitas
                                      Beban pajak
Tingkat Pajak (Tax) = ———————————– x 100 %
                              Laba Bersih sebelum pajak

4.      Menghitung-Capital-Charges
Rumus:
Capital Charges = WACC x Invested Capital

5.      Menghitung-Economic-Value-Added(EVA)
Rumus :
EVA = NOPAT – Capital charges
atau
EVA = NOPAT – (WACC x Invested Capital )

ATAU

LANGKAH-LANGKAH MENGHITUNG EVA
1.       Menghitung biaya hutang (Kd)
Kd = Biaya Bunga Tahunan /Total Hutang Jangka Panjang
Kd* = Kd (1-T)
 Kd* = Biaya hutang pajak
T = tarif pajak yang dikenakan

2.      Mengitung biaya modal sendiri (Ke)
Dengan adanya keterbatasan dari CAPM maka dalam menghitung biaya modal sendiri (Ke) menggunakan pendekatan discounted cash flow model, dimana dividend yield ditambah tingkat pertumbuhan yang diharapkan.
Formulanya adalah :
Ke = Dividen Yield + g
Ke = Dividen Yield + (plowback ratio x r)
Ke = Dividen Yield + [(1-Dividend Payout) x r]
Definisi :
Ke = Biaya modal sendiri
G = Tingkat pertumbuhan yang diharapkan
r = Tingkat Pengembalian

3.      Menghitung struktur modal dari neraca
Struktur permodalan yang dipakai adalah proporsi hutang dan proporsi modal sendiri dalam bentuk prosentase dari jumlah hutang dan modal sendiri.
Proporsi hutang (Pd) diperoleh dengan :
Pd = [D / (D+E) x 100%]
Proporsi ekuitas (Pe) diperoleh dengan :
Pe = [E / (D+E) x 100%]

4.      Menghitung NOPAT
NOPAT = EAT + IAT
EAT = Laba bersih (Earning After Tax)
IAT = Interest After Tax
5.      Menghitung tingkat pengembalian (  r  )
Perhitungan tingkat pengembalian (  r)  menggunakan  pendekatan laba bersih operasi setelah pajak (NOPAT) dibagi modal yang ditanamkan.
R = NOPAT / Capital

6.      Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (C*)
Yaitu dengan menggunakan pendekatan WACC.
WACC = (Kd* x Pd) + (Ke x Pe)
Kd* = Biaya hutang setelah pajak
Ke = biaya modal sendiri
Pd = Proporsi hutang
Pe = Proporsi modal sendiri

7.      Menghitung EVA
EVA = NOPAT – (c x Capital)
Nopat = Net Operating After Tax
C = Biaya modal rata-rata tertimbang
Capital = merupakan jumlah dana yang tersedia bagi perusahaan untuk  membiayai usahanya, yang merupakan penjumlahan dari total hutang dan modal saham.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

mksih bngt blognya . .
sangat membantu
tp sya masih kurang paham
bisa di ksih contoh sama perincian pengerjaannya ( laporan keuangan )
trimksih. .

Indahnya Belajar Akuntansi mengatakan...

Dear
Mungkin bisa buka link berikut :

http://akuntan-si.blogspot.com/search/label/Contoh%20Menghitung%20EVA%20%28Economic%20Value%20Added%29

Regards