Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Senin, 20 Mei 2013

PENCATATAN PENYUSUTAN AKTIVA PERUSAHAAN



Standar akuntansi keuangan (2002;17) menyatkan bahwa jumlah yang dapat disusutkan dialokasikan ke setiap periode akuntansi selama masa manfaat aktiva dengan berbagai metode yang sistematis. Metode apapun yang dipilih, konsistensi dalam penggunaannya adalahperlu, tanpa memandang tingkat profitabilitas perusahaan dan pertimbangan perpajakan, agar dapat menyediakan daya banding hasil operasi perusahaan dari periode ke periode.
Adapun metode penyusutan yang biasanya digunakan adalah terdiri dari:
a.       Metode penyusutan yang berdasarkan waktu yaitu metode garis lurus, metode pembebanan yang menurun yang terdiri dari metode jumlah angka tahun dan metode saldo menurun atau metode saldo menurun berganda.
b. Metode penyusutan berdasarkan penggunaan yaitu metode jam jasa danmetode jumlah unit produksi.
c. Metode penyusutan yang berdasarkan kriteria lainnya yaitu metode berdasarkan jenis kelompok, metode analisis, metode sistem persediaan.

1.      Depresiasi
Merupakan sebagian dari harga perolehan aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi beban pada setiap periode akuntansi. ATAU Proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis. Depresiasi -> biaya yang akan mengurangi Laba bersih, tetapi tidak masuk dalam arus kas keluar. Sehingga tidak akan ada dana dari aktiva untuk penggantian. Dana untuk penggantian berasal dari pendapatan.
Revisi Tarif Depresiasi apabila :
         Karena penentuan tarif depresiasi (umur aktiva) hanya merupakan perkiraan maka sering terjadi tidak tepat, untuk itu perlu direvisi.
         Perubahan perkiraan harus ditangani dalam periode berjalan dan periode prospektif. Periode yang sudah berjalan tidak mungkin dilakukan revisi
Alasan dilakukannya depresiasi adalah :
a.       Faktor-faktor fisik yang mengurangi masa pemakaian dari aktiva tetap itu sendiri misalnya kerusakan atau masa aus;
b.      Ketidakmampuan aktiva memenuhi kebutuhan produksi sehingga perlu diganti. Atau mungkin adanya permintaan terhadap suatu produk/jasa yang dihasilkan.
Faktor-faktor yang menentukan biaya depresiasi/penyusutan adalah :
-          Harga perolehan : dana atau utang dan biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan untuk memperoleh aktiva.
-          Nilai sisa (Residu) : jumlah yang diterima bila aktiva tersebut dijual, ditukar atau cara-cara lain ketika aktiva tersebut sudah tidak digunakan, dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi pada saat menjual/menakarnya.
-          Taksiran Umur Kegunaan : dipengaruhi oleh cara-cara oemeliharaan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dianut dalam reparasi. Taksiran umur ini bisa dinyatakan dalam suatu periode waktu, satuan hasil produksi, atau pun satuan jam kerjanya

2.      Deplesi
Proses pengalokasian harga perolehan sumber alam menjadi biaya selama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis.
         Sumber Alam (minyak bumi, tambang lainnya, kayu)-> aktiva yang dapat habis, dikonsumsi secara fisik selama periode penggunaan dan tidak menyisakan karakter fisik
         Deplesi -> untuk menghapus aktiva sumber alam ini, akan mengurangi aktiva sumber alam (bukan menjadi Biaya Deplesi)
         Harga perolehan sumber alam:
        cost akuisisi -> harga yang dibayarkan untuk memperoleh hak mencari dan menemukan sumber alam yang belum ditemukan atau membeli lisensi jika sumber alam ini telah ditemukan
        cost eksplorasi -> biaya untuk menemukan sumber alam
full cost approach -> gagal dan berhasil diakui
successful effort approach -> hanya yang berhasil diakui
        Cost Pengembangan:
peralatan berujud -> peralatan yang diperlukan untuk menambang sumber alam (biasanya tidak diikutkan dalam penghitungan deplesi)
cost pengembangan tidak berujud -> biaya yang tidak mempunyai karakter fisik tetapi diperlukan untuk produksi sumber alam, misal: biaya pengeboran, pembuatan lorong, gua, sumur dsb)
        Cost restorasi (perbaikan) ->diikutkan dalam perhitungan deplesi 

3.      Amortisasi
Proses pengalokasian harga perolehan aktiva tidak berwujud menjadi biaya selama manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis.
l  Aktiva tidak berwujud dinilai sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilainya.
l  Jumlah yang dapat diamortisasi dari aktiva tidak berwujud harus dialokasikan secara sistematis berdasarkan perkiraan terbaik dari masa manfaatnya.
l  Pada umumnya masa manfaat suatu aktiva tidak berwujud tidak boleh melebihi 20 tahun sejak tanggal aktiva siap digunakan
l  Jika pola konsumsi tidak dapat ditentukan dengan handal maka harus digunakan metode garis lurus.
l  Biaya amortisasi diakui sebagai beban kecuali PSAK lainnya mengizinkan atau mengharuskan untuk dimasukkan ke dalam nilai tercatat aktiva lain.

Metode perhitungan Depresiasi/Penyusutan
1.      Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
Merupakan  metode depresiasi/penyusutan yang paling sederhana dan banyak digunakan.
Rumus : HP-NR / UE
Ket :    HP = Harga Perolehan
            NR = Nilai Residu
            UE = Umur Ekonomis
Contoh :
PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, UE selama 5 tahun.  Berapa penyusutan tiap tahunnya?
Perhitungannya :
1.      Masukkan Rumus
Depresiasi =         HP-NR / UE
                  =          20.000.000-5.000.000 / 5
                  =          3.000.000
2.      Membuat tabel untuk mengetahui jumlah penyusutan tiap tahunnya :
Tahun Ke-
Depresiasi
(D)
Akumulasi Penyusutan (K)
Total Akumulasi Penyusutan
Nilai Buku Aktiva (N)=N-K
0



20.000.000
1
3.000.000
3.000.000
3.000.000
17.000.000
2
3.000.000
3.000.000
6.000.000
14.000.000
3
3.000.000
3.000.000
9.000.000
11.000.000
4
3.000.000
3.000.000
12.000.000
8.000.000
5
3.000.000
3.000.000
15.000.000
5.000.000
Ket : di akhir tahun ke -5 akan terdapat nilai 5.000.000 merupakan nilai sisa (residunya).

3.      Membuat Jurnal
Jurnal penyusutan di tahun pertama adalah
Biaya Depresiasi Mesin              3.000.000
                  Akumulasi Depresiasi                       Rp 3.000.000
Jurnal penyustan di tahun kedua adalah
Biaya Depresiasi Mesin              3.000.000
                  Akumulasi Depresiasi                       3.000.000
Catatan : Nilai depresiasi adalah selalu sama di tahun 1 – 5

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertama
Akumulasi Depresiasi                 Rp 3.000.000
                  Mesin                                                  3.000.000
Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun kedua
Akumulasi Depresiasi                 Rp 3.000.000
                  Mesin                                                  3.000.000
INFO TAMBAHAN
Apabila di awal tahun ke-2 dibuat  jurnal pembalik yaitu
Mesin        3.000.000
                  Akumulasi Dpresiasi                         3.000.000
Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinya
Akumulasi Depresiasi     6.000.000
      Mesin                                                  6.000.000
Catatan :  Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-3.000.000 = 17.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 17.000.000-3.000.000=14.000.000 dst.
2.      Metode Jam Jasa (Services Hours Method)
Didasarkan kepadan anggapan bahwa aktiva akan cepat rusak bila digunakan pada kapasitas penuh. Maka beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan jam jasa.
Rumus : HP-NR / n
Ket :    HP = Harga Perolehan
            NR = Nilai Residu
            n = Taksiran jam jasa
Contoh :
PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan dapat digunakan selama 10.000jam dengan perincian sebagai berikut Tahun pertama 3000 jam, kedua 2500jam, ke tiga 2000jam, tahun keempat 1500jam dan kelima 1000jam.  Berapa penyusutan tiap tahunnya?
Perhitungannya :
1.      Masukkan rumus
Depresiasi      =          HP-NR / n
                  =          20.000.000-5.000.000 / 10.000
                  =          Rp 1.500
  
2.      Membuat tabel depresiasi
Tahun Ke-
Depresiasi
(D)
Akumulasi Penyusutan (K)
Total Akumulasi Penyusutan
Nilai Buku Aktiva (N)=N-K
0



20.000.000
1
3.000x1500
4.500.000
4.500.000
15.500.000
2
2500x1500
3.750.000
8.250.000
11.750.000
3
2000x1500
3.000.000
11.250.000
8.750.000
4
1500x1500
2.250.000
13.500.000
6.500.000
5
1000x1500
1.500.000
15.000.000
5.000.000

3.      Membuat Jurnal
Jurnal penyusutan di tahun pertama adalah
Biaya Depresiasi Mesin              4.500.000
                  Akumulasi Depresiasi                       Rp 4.500.000
Jurnal penyustan di tahun kedua adalah
Biaya Depresiasi Mesin              3.750.000
                  Akumulasi Depresiasi                       3.750.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertama
Akumulasi Depresiasi                 Rp 4.500.000
                  Mesin                                                  4.500.000
Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun kedua
Akumulasi Depresiasi                 Rp 3.750.000
                  Mesin                                                  3.750.000
Catatan :  Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-4.500.000 = 15.500.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 15.500.000-3.750.000=11.750.000 dst.
      INFO TAMBAHAN BISA DILAKUKAN BISA TIDAK SESUAI KEINGINAN
Apabila di awal tahun ke-2 dibuat  jurnal pembalik yaitu
Mesin        4.500.000
                  Akumulasi Dpresiasi                         4.500.000
Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinya
Akumulasi Depresiasi     8.250.000
      Mesin                                                  8.250.000

3.Metode Hasil Produksi (Productive Output Method)
Umur kegunaan aktiva dihitung dalam satuan jumlah unit hasil produksi. Beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan hasil produksi, sehingga depresiasi tiap periode akan berfluktuasi sesuai fluktuasi unit produksi.
Contoh :
PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan dapat digunakan selama 50.000 unit dengan perincian sebagai berikut Tahun pertama 18000 unit, kedua 15000unit, ke tiga 10.000 unit, tahun keempat 5000unit dan kelima 2000 unit.  Berapa penyusutan tiap tahunnya?
Perhitungannya :
1.      Masukkan rumus
Depresiasi      =          HP-NR / n
                  =          20.000.000-5.000.000 / 50.000
                  =          Rp 300

2.      Membuat tabel depresiasi
Tahun Ke-
Depresiasi
(D)
Akumulasi Penyusutan (K)
Total Akumulasi Penyusutan
Nilai Buku Aktiva (N)=N-K
0



20.000.000
1
18.000x300
5.400.000
5.400.000
14.600.000
2
15.000x300
4.500.000
9.900.000
10.100.000
3
10.000x300
3.000.000
12.900.000
7.100.000
4
5000x300
1.500.000
14.400.000
5.600.000
5
2000x300
600.000
15.000.000
5.000.000

3.      Membuat Jurnal
Jurnal penyusutan di tahun pertama adalah
Biaya Depresiasi Mesin              5.400.000
                  Akumulasi Depresiasi                       Rp 5.400.000
Jurnal penyustan di tahun kedua adalah
Biaya Depresiasi Mesin              4.500.000
                  Akumulasi Depresiasi                       4.500.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertama
Akumulasi Depresiasi                 Rp 5.400.000
                  Mesin                                                  5.400.000
Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun kedua
Akumulasi Depresiasi                 Rp 4.500.000
                  Mesin                                                  4.500.000
Catatan :  Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-5.400.000 = 14.600.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 14.600.000-4.500.000=10.100.000 dst.
      INFO TAMBAHAN
Apabila di awal tahun ke-2 dibuat  jurnal pembalik yaitu
Mesin        5.400.000
                  Akumulasi Dpresiasi                         5.400.000
Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinya
Akumulasi Depresiasi     9.900.000
      Mesin                                                  9.900.000
4.             Metode Jumlah Angka Tahun
Dalam metode ini depresiasi dihitung dengan cara mengalikan bagian pengurang yang setiap tahunnya selalu menurun dengan harga perolehan dikurangi nilai residu.
Bagian pengurang dihitung sebagai berikut :
-          Pembilang = bobot untuk tahun bersangkutan
-          Penyebut = jumlah angka tahun selama umur ekonomis aktiva atau jumlah angka bobot.
Contoh :
PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan UE selama 5 tahun.  Depresiasi mesin dihitung sbb :
Tahun
Bobot (weight)
Bagian Pengurang
1
5
5/15
2
4
4/15
3
3
3/15
4
2
2/15
5
1
1/15
TOTAL
15


Berapa penyusutan tiap tahunnya?
Perhitungannya :
1.      Membuat Tabel

Tahun Ke-
Perhitungan Penyusutan
(D)
Akumulasi
Penyusutan (K)
Total Akumulasi Penyusutan
Nilai Buku Aktiva (N)=N-K
0



20.000.000
1
5/15x15jt
5.000.000
5.000.000
15.000.000
2
4/15x15jt
4.000.000
9.000.000
11.000.000
3
3/15x15jt
3.000.000
12.000.000
8.000.000
4
2/15x15jt
2.000.000
14.000.000
6.000.000
5
1/15x15jt
1.000.000
15.000.000
5.000.000
Ket : 15 juta merupakan nilai bersih (HP-NR)

1.      Membuat Jurnal
Jurnal penyusutan di tahun pertama adalah
Biaya Depresiasi Mesin              5.000.000
                  Akumulasi Depresiasi                       Rp 5.000.000
Jurnal penyustan di tahun kedua adalah
Biaya Depresiasi Mesin              4.000.000
                  Akumulasi Depresiasi                       4.000.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertama
Akumulasi Depresiasi                 Rp 5.000.000
                  Mesin                                                  5.000.000
Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun kedua
Akumulasi Depresiasi                 Rp 4.000.000
                  Mesin                                                  4.000.000
Catatan :  Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-5.000.000 = 15.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 15.000.000-4.000.000=11.000.000 dst.
      INFO TAMBAHAN
Apabila di awal tahun ke-2 dibuat  jurnal pembalik yaitu
Mesin        5.000.000
                  Akumulasi Depresiasi                         5.000.000
Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinya
Akumulasi Depresiasi     9.000.000
      Mesin                                                  9.000.000

5.      Metode saldo menurun (declining balance method)

Metode ini juga merupakan metode penurunan beban penyusutan yang menggunakan tingkat penyusutan (diekspresikan dalam persentase) yang merupakan perkalian dari metode garis lurus. Tingkat penyusutan metode ini selalu tetap dan diaplikasikan untuk mengurangi nilai buku pada setiap akhir tahun. Tidak seperti metode lain, dalam metode saldo menurun nilai sisa tidak dikurangkan dari harga perolehan dalam menghitung nilai yang dapat disusutkan. Rumus yang digunakan dalam menghitung adalah sebagai berikut:
Penyusutan = % penyusutan (harga perolehan – akumulasi penyusutan)
Perhitungan penyusutan
Contoh :
PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan UE selama 5 tahun dengan tarif 20%.  Depresiasi mesin dihitung sbb :

Tahun Ke-
Perhitungan Penyusutan
Depresiasi Penyusutan
Akumulasi
Penyusutan (K)
Nilai Buku Aktiva =harga perolehan - K
0



20.000.000
1
20.000.000x20%
4.000.000
4.000.000
16.000.000
2
16.000.000x20%
3.200.000
7.200.000
12.800.000
3
12.800.000x20%
2.560.000
9.760.000
10.240.000
4
10.240.000x20%
2.048.000
11.808.000
8.192.000**
5

3.192.000
15.000.000
5.000.000
Ket : *3.192.000 berasal dari 8.192.000-5.000.000 (NR).
Membuat Jurnal
Jurnal penyusutan di tahun pertama adalah
Biaya Depresiasi Mesin              4.000.000
                  Akumulasi Depresiasi                       Rp 4.000.000
Jurnal penyustan di tahun kedua adalah
Biaya Depresiasi Mesin              3.200.000
                  Akumulasi Depresiasi                       3.200.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertama
Akumulasi Depresiasi                 Rp 4.000.000
                  Mesin                                                  4.000.000
Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun kedua
Akumulasi Depresiasi                 Rp 3.200.000
                  Mesin                                                  3.200.000
Catatan :  Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-4.000.000 = 16.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 16.000.000-3.200.000=12.800.000 dst.
      INFO TAMBAHAN
Apabila di awal tahun ke-2 dibuat  jurnal pembalik yaitu
Mesin        4.000.000
                  Akumulasi Dpresiasi                         4.000.000
Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinya
Akumulasi Depresiasi     7.200.000
      Mesin                                                  7.200.000


6.             Metode saldo menurun berganda (double declining method)
Saldo menurun yang menggunakan tarid penyusutan 2 kali tarif penyusutan garis lurus untuk masa manfaat yang sama.
Contoh :
PT. LISDA membeli mesin dengan HP Rp 20.000.000, NR sebesar Rp 5.000.000, dan UE selama 5 tahun dengan tarif 20% maka saldo menurun bergandanya menjadi 40% (2x20%).  Depresiasi mesin dihitung sbb :
Tahun Ke-
Perhitungan Penyusutan
Depresiasi Penyusutan
Akumulasi
Penyusutan (K)
Nilai Buku Aktiva =harga perolehan - K
0



20.000.000
1
20.000.000x40%
8.000.000
8.000.000
12.000.000
2
12.000.000x40%
4.800.000
12.800.000
7.200.000
3
7.200.000x40%
2.880.000
15.680.000
4.320.000
4
4.320.000x40%
1.728.000
17.408.000
2.592.000
5


15.000.000
5.000.000
Ket : Dengan menggunakan metode penurunan berganda maka tidak didapat penyusutan di akhir tahun ke lima. Karena nilai buku aktual perhitungan lebih kecil dari perkiraan nilai residu.
Membuat Jurnal
Jurnal penyusutan di tahun pertama adalah
Biaya Depresiasi Mesin                        8.000.000
                Akumulasi Depresiasi                       Rp 8.000.000
Jurnal penyustan di tahun kedua adalah
Biaya Depresiasi Mesin                        4.800.000
                Akumulasi Depresiasi                       4.800.000

Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun pertama
Akumulasi Depresiasi               Rp 8.000.000
                Mesin                                                  8.000.000
Jurnal mencatat penyesuaian Nilai Mesin di akhir tahun kedua
Akumulasi Depresiasi               Rp 4.800.000
                Mesin                                                  4.800.000
Catatan :  Dengan adanya penyesuaian dimaksudkan untuk mengetahui Nilai buku mesin di akhir tahun pertama, kedua, ketiga sampai kelima.. Jadi Nilai mesin di akhir tahun pertama adalah 20.000.000-8.000.000 = 12.000.000 dan di akhir tahun ke dua adalah 12.000.000-4.800.000=7.200.000 dst.
    INFO TAMBAHAN
Apabila di awal tahun ke-2 dibuat  jurnal pembalik yaitu
Mesin      8.000.000
                Akumulasi Dpresiasi                         8.000.000
Maka jurnal di akhir tahun kedua bunyinya
Akumulasi Depresiasi   12.800.000
    Mesin                                                  12.800.000

Semoga bisa memberikan gambaran !!!

1 komentar:

Iqlima Kalista mengatakan...

makasih kak, sangat membantu