Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Jumat, 24 Mei 2013

CONTOH LAIN KASUS TENTANG PENYUSUTAN



Untuk mengetahui macam-macam metode penyusutan klik disini
 

PENYUSUTAN TAHUN PARSIAL
Kebijakan penyusutan tahun parsial yang lain adalah
1.      Mencatat penyusutan sebulan penuh atas aktiva yang dibeli pada atau sebelum tanggal 15 dan;
2.      Tidak mencatat penyusutan atas aktiva yang dibeli sesudah tanggal 15.
Contoh :
Pada tanggal 3 Juli PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis umur mesin 10 tahun. Berapa penyusutannya jika menggunakan garis lurus?
Jawab dengan asumsi 1.
Penysutan 1 tahun penuh = (100juta – 20 juta) / 10 = 8juta
Penyusutan tahun parsial = 8juta x 6/12 =
(Juli – Desember = 6 bulan, karena tanggal berada di posisi dibawah tanggal 15 maka dianggap 1 bulan penuh).
Contoh :
Pada tanggal 17 Juli PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis umur mesin 10 tahun. Berapa penyusutannya jika menggunakan garis lurus?
Jawab dengan asumsi 2.
Penysutan 1 tahun penuh = (100juta – 20 juta) / 10 = 8juta
Penyusutan tahun parsial = 8juta x 5/12 =
(Agustus – Desember = 5 bulan, karena tanggal berada di posisi diatas tanggal 15 maka di bulan juli tidak dikenai penyusutan).

MENGUBAH UMUR MANFAAT AKTIVA YANG DAPAT DISUSUTKAN
Umur manfaat adalah merupakan estimasi yang didasarkan pada history terhadap masa manfaat aktiva yang sama, atau dengan tingkat pemanfaatannya misalnya tingkat menghasilkan produk setiap periode. Oleh karena estimasi tersebut bisa juga mengalami perubahan, seperti bisa dilihat dicontoh berikut.
Contoh :
Pada tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan (Juli 2020). Berapa penyusutannya jika menggunakan garis lurus?
Penyusutan 1 tahun penuh = (100juta – 20 juta) / 10 = 8juta
Jadi perusahaan akan menyusutkan sebesar 8juta setiap tahunnya selama 10 tahun.
TETAPI, di akhir tahun ke-delapan PT. EMAK BAPAK melihat bahwa kondisi mesin masih kuat untuk bisa berproduksi sampai 4 tahun lagi. Oleh karena itu perubahan nilai penyusutan terhadap Umur ekonomis mesin akan berpengaruh terhadap biaya penysutan untuk tahun ke-9 sampai tahun ke-12.
Jawab :
Karena estimasi akuntansi berubah, sisa nilai buku aktiva yang dapat disusutkan disebarkan ke umur manfaat aktiva yang tersisa.
Penyusutan garis lurus selama 8 tahun     = (100juta-20juta)/10 = 8 juta/th
                                                                        = 8 juta x 8 = 64 juta
Nilai buku mesin yang dapat  disusutkan yang tersisa (biaya – akumulasi penyusutan – nilai residu) adalah :
100 juta – 64 juta – 20 juta = 16 juta.
Karena perusahaan yakin mesin itu akan bisa beroperasi sampai tahun 2022 (2019-2022 = 4 tahun), maka perusahaan akan menghitung kembali penyusutannya :
Nilai Buku Mesin yang dapat disusutkan yang tersisa
:
Estimasi Umur manfaat yang Tersisa (Baru)
=
Penyusutan Tahunan (Baru)
16 juta
:
4
=
4 juta

Pada tahun ke – 9 (2019) sampai tahun 12 (2022), ayat jurnal penyusutan tahunan berdasarkan umur manfaat yang baru adalah :
Beban penyusutan mesin                 4 juta
            Akumulasi Penyusutan mesin                      4 juta

MEMAKAI AKTIVA YANG TELAH DISUSUTKAN SEPENUHNYA
Istilahnya bahwa tidak ada lagi umur manfaatnya dan tidak ada pencatatan penyusutannya. Oleh karena itu perusahaan akan membuang atau menjualnya. Tapi tidak menutup kemungkinan perusahaan akan memanfaatkan mesin tersebut untuk operasi. Dalam pencatatanny apabila mesin masih bisa digunakan maka akumulasi penyusutan dan mesin itu masih tetap dimunculkan dalam neraca, tetapi tidak ada penyusutan tambahan yang dicatat.
  1. MELEPAS AKTIVA
Pada akhirnya aktiva akan rusak atau menjadi using. Perusahaan bisa menjual atau menukarnya. Jika tidak maka aktiva itu akan menjadi barang rongsokan.
Untuk mencatat pelepasan aktiva tetap perusahaan melakukan :
  1. Mengkredit akun aktiva
  2. Mendebet akumulasi penysutan.
Contoh :
Pada tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan (Juli 2020).
PT. EMAK BAPAK akan melepaskan peralatan ketika penyusutan tahun terakhirnya baru dicatat yaitu di tahun 2020. Biayanya 10 juta dan tidak ada nilai residu. Jadi toal akumulasi penyusutannya adalah 10 juta. Aktiva ini tidak dapat dijual atau ditukar, sehingga aktiva ini dikategrikan sebagai barang rongsokan.
Jurnal melepas aktiva tetap ini adalah :
Akumulasi Penyusutan Aktiva               10 juta
                  Aktiva tetap                                                   10juta

Jika aktiva sebelum disusutkan sepenuhnya misal tahun 2015, maka terjadi kerugian yang sama dengan nilai buku aktiva. Anggaplah aktiva itu laku dijual 10 juta. Padahal ketika menghitung dengan garis lurus akumulasi penysutannya adalah 8 juta. Maka terjadi kerugian terhadap nilai bukunya.
Jurnal mencatat pelepasan aktiva :
AKumulasi penyusutan aktiva         8 juta
Kerugian pelepasan AKtiva              2 juta
                        Aktiva tetap                            10juta
Kerugian ini akan dicatat sebagai beban pd L/R.
  1. MENJUAL AKTIVA TETAP
Contoh :
Pada tanggal 3 Juli 2010 PT. EMAK BAPAK membeli mesin seharga 100juta, Nilai Residu 20 juta, Nilai Ekonomis ditaksir 10 tahun kedepan (Juli 2020).  Pada Desember 2015 perusahaan menjual mesin dengan harga 40 juta.
Jawaban :
  1. Memperbarui penyusutan selama 6 bulan yaitu 3 juli – Desember
Jurnalnya adalah :
Beban Penyusutan ((100juta – 20 juta)/10 x 6/12)          Rp 4juta
            Akumulasi penyusutan mesin                                              Rp 4juta
Sekarang Kita lihat Buku Besarnya :
Untuk Mesin
Mesin
3 Juli 2010
Des 2015
Saldo
D
100 juta

0
K

100 juta


Akumulasi Penyusutan Mesin
Akumulasi Penyusutan
31 Des 2010
31 Des 2011
31 Des 2012
31 Des 2013
31 Des 2014
Des 2013
Des 2015
Saldo
D






44 juta
0
K
4 juta
8 juta
8 juta
8juta
8juta
8juta
44 juta
Jadi nilai bukunya adalah 100 juta – 44 juta = 56 juta.
Dengan nilai buku 56 juta perusahaan menjual seharga 40 juta maka akan mengalami kerugian sebesar 16 juta (56-40).
Jurnalnya adalah :
Kas                                                      40 juta
Akumulasi penyusutan                     44 juta
Kerugian atas penjualan mesin       16 juta
            Mesin                                                              100juta.

Ketika mencatat penjualan maka yang harus dilakukan perusahaan adalah :
  1. Menghapus saldo akun aktiva (mesin) dan akun akumulasi penyusutan;
  2. Mencatat keuntungan atau kerugian.
Contoh diatas adalah apabila peruusahaan menjual dibawah nilai buku maka akantrejadi kerugian, tapi apabila perusahaan menjual diatas nilai buka maka jurnalnya :
Kas                                          XXX
Akumulasi Penyusutan         XXX
                        Keuantungan atas penjualan mesin                        XXX
                        Mesin                                                              XXX
  1. MENUKAR AKTIVA TETAP
Perusahaan seringkali menukar akiva tetapnya yang lama dengan yang baru. Pertukaran yang paling umum adalah tukar tambah.
  1. Tidak ada keuantungan atau kerugian pertukaran
Contoh :
Mesin Lama 100 juta, dan memiliki akumulasi penyusutan 44 juta. Oleh karena itu nilai bukunya adalah 56 juta. Perusahaan menukar mesin lama dengan mesin baru dengan membayar tunai 60 juta.
Jurnalnya untuk tukar tambah mobil pengantar yang lama dengan yang baru :
Mesin baru                             116 juta
Akumulasi mesin lama          44 juta
            Mobil Lama                            100 juta
            Kas                                          60 juta

  1. Kerugian Pertukaran
Tukar tambah dapat mengakibatkan kerugian. Ini terjadi apabila nilai pasar aktiva yang baru yang diterima kurang dari jumlah total yang diberikan-nilai buku aktiva lama ditambah setiap kas yang dibayarkan. Kita tidak pernah mencatat aktiva lebih besar dari nilai pasarnya.
Dengan contoh diatas apabila nilai pasar aktiva baru yang diterima adalah 80 juta.
Perhitungannya :
Nilai pasar mesin baru yang diterima                                80 juta
Nilai yang diberikan :
Nilai buku mesin lama ditukar tambah       56 juta
Kas yang dibayar                                          60 juta                        116 juta
Kerugia pertukaran                                                               (36 juta)
Jurnalnya :
Mesin baru                             80 juta
Akumulasi penyusutan         44 juta
Kerugian pertukaran aktiva 36 juta
            Mobil lama                                         100 juta
            Kas                                                      60 juta


Tidak ada komentar: