Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Senin, 28 Januari 2013

RASIO KEUANGAN,.....apa itu..????




Adalah alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat  pada pos laporan keuangan.
Kegunaan dari rasio keuangan :
a.       Membimbing Investor dan kreditor untuk membuat keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa datang.
b.      Membantu penganalisis untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan yang bersangkutan.
c.       Untuk mengambil manfaat rasio keuangan kita memerlukan standar untuk perbandingan. Salah satu pendekatan adalah membandingkan rasio-rasio perusahaan dengan pola industri atau lini usaha di mana perusahaan secara dominan beroperasi.

MACAM-MACAM RASIO KEUANGAN
A.     RASIO NERACA
Jenis Rasio Neraca disini adalah :
1.      Rasio Likuiditas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin kewajiban-kewajiban lancarnya.
Likuiditas sehat paling tidak memiliki rasio lancar sebesar 100%.
a.       Rasio Lancar (Current ratio)  = Aktiva Lancar (Current Assets) / Hutang Lancar (Current Liabilities)
Current Assets adalah pos-pos yang berumur satu tahun atau kurang atau siklus usaha normal yang lebih besar.
Current Liabilities adalah kewajiban yang pembayarannya kurang dari 1 tahun atau siklus operasi normal dalam usaha.
Contoh : Dik : Aktiva lancar Rp 50 juta dan Hutang Lancar Rp 40 juta, maka rasio lancarnya adalah 50 juta / 40 juta = 1.25%
Artinya setiap 1 rupiah hutang lancar bisa dijamin dengan 1 rupiah aktiva lancar.
Rasio lancar digunakan untuk mengunkapkan jaminan keamanan (margin of safety) perusahaan terhadap kredit jangka pendek. Jika nilainya kurang dari 1% maka perusahaan dikatakan mengalami kesulitan dalam melunasi utang jangka pendeknya.
Tetapi jika rasio lancarnya terlalu tinggi, maka sebuah perusahaan dikatakan kurang efisien dalam mengurus aktiva lancarnya.
b.      Quick Ratio = (Aktiva Lancar – Persediaan) / Kewajiban Lancar
Persediaan ini terdiri dari alat-alat kantor, bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi. Hal ini bertujuan mengadakan persediaan yang  dibutuhkan untuk operasi yang berkelanjutan pada biaya yang minimum.
Rasio cepat yang mempunyai nilai 100% dianggap kurang baik tingkat likuiditasnya.
c.       Cash Rasio = (Kas + Efek) / Hutang Lancar
Kemampuan membayar utang dengan segara yang harus dipenuhi  dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang segera dapat diuangkan.

d.      Acid Test Rasio = (Kas + Efek + Hutang) / Hutang Lancar
Kemampuan untuk membayar utang  yg segera hrs dipenuhi. Dengan aktiva lancar yg lebih likuid.
e.       Working Capital to Total Aset Rasio
= (Aktiva Lancar – Hutang Lancar) / Jumlah Aktiva
Likuiditas darin total  aktiva dan posisi modal kerja neto.
2.      Rasio Pengungkit/Leverage/Solvabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan. Atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya dengan menggunakan semua aset yang dimiliki. Hal ini terjadi jika perusahaan mengalami pailit. Beberapa rasio ini antara lain :
a.       Total Debt to Equity Ratio = Rasio Total Hutang / Modal Sendiri
Bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan hutang.

b.       Total Debt to Total Capital Assets
= Rasio Total Hutang / Jumlah Modal / Total asset
Beberapa bagiam dari keseluruhan dana yang  dibelanjai dengan utang. Atau
Berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang.
c.       Long Term  Debt To Equity Ratio = Hutang Jangka Panjang / Modal Sendiri
Bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan  untuk hutang jk panjang.

d.      TIE (Time Interest Earned) = EBIT / Bunga Hutang Jangk Panjang
Besarnya jaminan  keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga Hutang JK PJG

e.       Tangibel Assets Debt Coverage
= Jumlah Aktiva – Intangibles Hutang Lancar / Hutang Jangka Panjang
Besarnya aktiva tetap tangible   yang digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang setiap rupiahnya
B.     RASIO-RASIO ANTAR STATEMENT KEUANGAN
3.      Rasio Efisiensi/Perputaran/Rasio Aktivitas
Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola aset-asetnya sehingga memberikan aliran kas masuk bagi perusahaan/
a.       Rasio perputaran persediaan = Harga Pokok Penjualan / Inventory rata-rata
Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam satu periode tertentu.

b.       Average Day’s Inventory
= Inventory Rata-rata x 360 / Harga Pokok Penjualan
Periode rata-rata persediaan berada di gudang .
c.       Rasio Total Asset Turnover = Penjuala Netto – Jumlah Aktiva
Kemampuan dana yang tertanam dlm keseluruhan aktivaberputar dalam satu periode tertentu, Atau kemampuan dana yang diinvestasi- kan untuk menghasilkan revenue.
d.      Receivable Turn Over = Penjualan Kredit / Piutang Rata-rata
Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu.
e.       Average Collection Period = Penjualan rata-rata x 360 / Penjualan Kredit
Periode rata-rata yang dibutuhkan dalam pengumpulan pihutang
f.        Working Capital Turn Over
= Penjualan Netto / Aktiva Lancar – Hutang Lancar
Kemampuan modal keja perusahaan berputar dalam satu periode siklus kas perusahaan

C.      RASIO LABA/RUGI
4.      Rasio Profitabilitas
Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
a.       Gross Profit Margin (GPM) = Penjualan Netto – HPP / Penjualan netto
b.      Operating Profit Margin (OPM)
= Penjualan Netto – HPP – Biaya Adm & Umum / Penjualan Netto
c.       Net Profit Margin (NPM) = Laba Operasi Bersih / Penjualan Bersih
Untuk melihat total keuntungan bersih terhadap penjualan.
d.      Return to Total Asset (ROA) = Laba Bersih / Total Asset
Untuk melihat secara jauh asset dalam menghasilkan tingkat laba.
e.       Return On Equity (ROE) = Laba Bersih / Ekuitas  pemegang saham
Untuk meluhat tingkat keuntungan dari  investasi yang sudah ditanamkan.
f.        Return On Investment (ROI) = Investasi / Total Aktiva
Untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari seluruh aktiva yang tersedia.
g.       Operating Rasio
= HPP + Biaya Adm + B. Penjualan + Biaya umum / Penjualan Netto                      
 
5.      Rasio Nilai Pasar.
Rasio ini digunakan untuk mengukur harga pasar relatif terhadap Nilai Buku Perusahaan.
a.       Price Earning Ratio (PER) = Harga Pasar per lb / EPS
b.      Devidend Yield = Harga beli saham / EPS
Untuk mengetahui besarnya return yang akan diperoleh dari nilai investasi.
c.       Dividend Payout ratio (Rasio Pembayaran Deviden)  
= (Deviden per lb saham / Laba per lb saham) x 100%
Adalah persentase laba yang dibayarkan dalam bentuk deviden atau rasio antara laba yang dibayarkan dalam bentuk deviden dengan total laba yang tersedia bagi pemegang saham.
d.      PBV (Price to Book Value) = Harga saham / Nilai ekuitas per saham(BV)
BV adalah book value yang dihasilkan dari ekuitas dibagi rata-rata jumlah saham yang beredar. Semakin tinggi nilai PBV nya maka semakin tinggi nilai sahamnya.

Metode pendekatan Analisi Rasio Keuangan
1.      Pendekatan Lintas Seksi (Cross Sectional Approach)
Yi cara mengevaluasi dengan jalan membandingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya yang sejenis pada saat bersamaan.
Dengan cara ini dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan berada diatas, berada pada rata-rata, atau berda di bawah rata-rata industri.
2.      Pendekatan Runtut Waktu (Time Series Analysis)
Yi cara mengevaluasi dengan jalan membandingkan rasio-rasio perusahaan dari satu periode ke periode lainnya.
Dengan membandingkan antara rasio-rasio yang saat ini dengan rasio-rasio di masa lalu yang dapat memperlihatkan apakah perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran.

Kelemahan Analisis Rasio Keuangan
a.       Rasio tersebut dibentuk dari akuntansu dan data yang dipengaruhi oleh cara penafsirannya dan bahkan dpat dimanipulasi;
b.      Kecocokan dengan rasio gabungan industri bukan suatu jaminan bahwa perusahaan sedang berjalan normal dan dipimpin dengan baik;
c.       Angka-angka rasio tidak dapat berdiri sendiri :
1.      Adanya perbandingan dengan perusahaan sejenis yang mempunyai tingkat rasio yang hampir sama;
2.      Adanya analisis kecenderungan (trend)dari setiap rasio pada tahun-tahun sebelumnya.

Semoga bisa memberikan sedikit manfaat..amin 
 
Sumber :  Wikipedia & Perpustakaan Undip




Tidak ada komentar: