Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Selasa, 17 April 2012

APAKAH SAHAM ITU…?



 
Surat-surat yang diperdagangkan di pasar modal disebut efek atau sekuritas, salah satunya yaitu saham.

Pengertian Saham
Merupakan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berhaga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut. (Darmadji dan Fakhruddin, 2001 : 5).

Saham adalah tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas seperti yang telah diketahui bahwa tujuan pemodal membeli saham untuk memperoleh penghasilan dari saham tersebut.
Masyarakat pemodal itu dikategorikan sebagai investor dan speculator. Investor disini adalah masyarakat yang membeli saham untuk memiliki perusahaan dengan harapan mendapatkan dividend an capital, gain dalam jangka panjang, sedangkan speculator adalah masyarakat yang membeli saham untuk segera dijual kembali bila situasi kurs dianggap paling menguntungkan seperti yang telah diketahui bahwa saham memberikan dua macam penghasilan yaitu dividend an capital gain.

JENIS SAHAM
A.      SAHAM BIASA (COMMON STOCK)
Saham biasa adalah efek dari pernyataan pemilikan (equity security) dari badan usaha yang berbentuk PT. saham biasa memberikan jaminan untuk turur serta dalam pembagian laba dalam bentuk dividen, apabila perusahaan tersebut memperolah laba.
Menurut PSAK No. 56 Saham biasa adalah instrument ekuitas yang memiliki hak sisa atas kekayaan (residu) setelah hak instrument-instrumen ekuitas lainnya.

Ciri-ciri saham biasa :
a.       Berhak atas pendapatan emiten yang berupa dividen;
b.      Berhak atas harta perusahaan;
c.       Berhak mengeluarkan suara;
d.      Memiliki tanggung jawab terbatas;
e.       Memiliki hak memesan efek terlebih dahulu;
f.       Hak memperoleh pembagian kekayaan perusahaan apabila perusahaan bangktur dilakukan setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi.
Menurut PSAK No. 56 disebutkan bahwa Efek/saham yang bisa dikategirikan saham biasa adalah :
1.      Efek hutang  (debt security) atau instrument ekuitas selain saham biasa yang dapat ditukar dengan saham biasa;
2.      Waran atau opsi saham ;
Apa itu Waran..? Waran atau opsi adalah instrument keuangan yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli saham biasa dengan harga tertentu dan dalam periode (jangka waktu) tertentu.
3.      Kebijakan kepegawaian yang memberikan hak kepada karyawan untuk menerima saham biasa sebagai bagian dari remunerasi atau hak untuk membeli saham dengan syarat tertentu; dan
4.      Saham yang akan diterbitkan saat terpenuhinya kondisi-kondisi tertentu yang dimuat dalam suatu perjanjian, seperti kontrak pembelian usaha atau aktiva lain.

B.      SAHAM UTAMA (PREFFERED STOCK)
Atau saham preferen adalah penanaman modal atau kepemilikan pada suatu perusahaan pada tingkat terbatas. Para pemegang saham preferen tidak memeiliki hak suara dalam RUPS, tetapi akan dijanjikan sejumlah dividen yang jumlahnya pasti dan tetap dalam presentase tertentu (tingkat bunga yang dijanjikan perusahaan ) yang pembayarannya lebih didahulukan dibandingkan dividen saham biasa.
Menurut PSAK no. 56 saham utama adalah saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembagian dividen lebih dahulu dari pemegang saham klasifikasi lainnya.

Ciri-ciri saham utama :
1.      Memiliki hak paling dahulu memperoleh deviden;
2.      Tidak memiliki hak suara;
3.      Dapat mempengaruhi manajemen perusahaan terutama dalam pencalonan pengurus;
4.      Memiliki hak pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham lebih dahulu setelah kreditur perusahan dilikuidasi.

Ada beberapa sudut pandang untuk membedakan saham (Darmadji dan Fakhruddin, 2001: 6) :
1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
a. Saham Biasa (common stock)
1. Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan
2. Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
b. Saham Preferen (Preferred Stock)
1. Saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor.
2. Serupa saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut; dan membayar deviden.
3. Persamaannya dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.
2. Ditinjau dari cara peralihannya
a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
1. Pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
2. Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
b. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
· Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.
3. Ditinjau dari kinerja perdagangan
a. Blue – Chip Stocks
· Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.


b. Income Stocks
· Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.
· Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai.
· Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
c. Growth Stocks
1. (Well – Known)
· Saham – saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
2. (Lesser – Known)
· Saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun memiliki ciri growth stock.
· Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
d. Saham Spekulasi (Speculative Stock)
· Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.
e. Saham Bersiklus (Counter Cyclical Stockss)
· Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.
· Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.
Dan yang terbaru jenis saham yang diperdagangkan di BEI , yaitu ETF (Exchange Trade Fund) adalah gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI).

Keuntungan dan kerugian berinvestasi saham
Adapun keuntungan dan kerugian yang mungkin diterima oleh para pemodal yang membeli saham adalah :

Keuntungan :
  1. Capital Gain, yaitu keuntungan dari hasil jual beli saham, berupa selisih antara nilai jual yang lebih tinggi dari pada nilai beli saham.
  2. Deviden, bagian keuntungan perusahaan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.
  3. Saham juga dapat dijaminkan ke Bank untuk memperoleh kredit sebagai angguan tambahan dari anggunan pokok.
  4. Saham perusahaan, seperti juga tanah atau aktiva berharga sejenis, nilainya akan meningkat sejalan dengan waktu dan perkembangan atau kinerja perusahaan. Pemodal jangka panjang mengandalkan kenaikkan nilai saham ini untuk meraih keuntungan dari investasi saham.
Kerugian :
  1. Capital Loss, yaitu kerugian dari hasil jual beli saham, berupa selisih antara nilai jual yang lebih rendah daripada nilai beli saham.
  2. Opportunity Loss, kerugian berupa selisih suku bunga deposito dikurangi total hasil yang diperoleh dari investasi saham.
  3. Kerugian karena perusahaan dilikuidasi, namun nilai likuidasinya lebih rendah dari harga beli saham.


Tidak ada komentar: