Menurut Mas’ud Machfoedz, 1999
Piutang adalah klaim terhadap pihak lain agar pihak lain tersebut membayar sejumlah uang atau jasa dalam waktu paling lama satu tahun atau satu periode akuntansi, jika periode tersebut lebih lama dari satu tahun.
Atau dalam istilah lain Piutang bisa dikatakan tagihan kepada orang per orang atau perusahaan dimana mereka sudah melakukan pembelian barang atau memanfaatkan jasa perusahaan kita secara kredit.
Atau bisa dikatakan piutang timbul karena adanya penjualan secara kredit, dan jangka waktu piutang bisa jangka pendek (kurang dari satu tahun atau jangka panjang lebih dari satu tahun) tergantung dari kesepakatan antara kedua belah pihak.
Macam-macam piutang ada 2 diantaranya :
a. Piutang usaha
Yaitu tagihan yang timbul dari kegiatan penjualan usaha utama perusahaan.
b. Piutang lain-lain
Yaitu tagihan yang timbul selain dari piutang usaha, diantaranya piutang bunga, piutang dividen, uang muka perusahaan cabang/anak.
Penilaian Piutang
Menurut Budi Prijanto, SE., MMSI, penilaian piutang yang akan disajikan dalam laporan keuangan meliputi :
1. Pengakuan piutang mula-mula
2. Taksiran jumlah kerugian piutang
3. Piutang yang tidak sepenuhnya dikuasai perusahaan atau piutang yang digunakan untuk mencarai dana.
Kita bahas satu-satu
1. Pengakuan piutang mula-mula; ada tiga cara untuk mengakui piutang yaitu :
a. Metode kotor, mengakui jumlah piutang sebesar penjualan tanpa dipengaruhi oleh potongan yang akan diberikan. Apabila debitur ternyata mengambil potongan, maka akan diakui sebagai pengurang jumlah penjualan. (lihatcontoh)
b. Metode bersih; mengakui jumlah piutang setelah dikurangi potongan penjualan. Apabila ternyata debitur tidak memanfaatkan potongan, maka akan mengakibatkan timbulnya kelebihan pembayaran atas piutang. Kelebihan ini diakui sebagai penghasil lain-lain/diluar operasi. (lihat contoh)
c. Metode cadangan; mengakui jumlah piutang sebesar jumlah sebelum dikurangi potongan, tapi penjualan diakui sebesar setelah dikurangi potongan. Selisihnya dicatat sebagai “cadangan potongan penjualan”. (lihatcontoh)
2. Taksiran Jumlah Kerugian Piutang
Piutang yang disajikan dalam Laporan Keuangan merupakan piutang bersih yang diperkirakan bisa direalisasi atauu bisa ditagih (Net Realizable Value). Oleh karena itu harus ada prediksi terhadap jumlah piutang yang tidak tertagih. Dan piutang yang tidak bisa tertagih itu diakui sebagai kerugian piutang.
Untuk menentukan besarnya piutang yang wajar perlu dibentuk cadangan penghapusan piutang (allowance for bad Debt)
Menurut Budi Prijanto, SE., MMSI, ada 3 cara menaksir besarnya cadangan penghapusan piutang yaitu :
Ø Menggunakan analisis umur piutang (aging Schedule)
PT. Liesti pada tanggal 31 Desember 2011 mempunyai data tentang piutang sbb :
Nama Debitur | Tanggal Pelunasan | Jumlah Piutang | Umur Piutang |
A | 5 April 2010 | Rp 2.000.000 | Belum Jatuh tempo |
B | 5 April 2011 | Rp 1.900.000 | 26 hari |
C | 25 April 2011 | Rp 2.500.000 | 75 hari |
Ø Taksiran dari saldo akhir piutang di Neraca
Contoh : Dari data piutang PT. Liesti diatas bahwa piutang debitur A sebesar Rp 2 juta, ditaksir 5% tak tertagih, maka cadangan kerugian piutang adalah sebesar 5% x Rp 2 juta = Rp 100.000
Ø Taksiran dari jumlah penjualan kredit selama satu periode.
Contoh : PT. Liesti menjual barang selama satu tahun sebesar Rp 100.000.000, terdiri dari penjualan tunai Rp 40.000.000 dan sisanya kredit. Misalnya cadangan piutang ditetapkan 2% maka cadangan kerugian piutangnya adalah = 2% x (Rp 100juta – 40juta) = Rp 1.200.000
Pengakuan dan pencatatan kerugian piutang
1. Metode Langsung (Direct Write Off), kerugian piutang diakui dan dicatat ketika debitur sudah tidak mungkin lagi membayar utangnya.
Misal Debitur A tidak bisa membayar utangnya sebesar Rp 2juta maka jurnalnya adalah :
Kerugian Piutang Rp 2 juta
Piutang Debitur A Rp 2 juta
Apabila Debitur A menyatakan membayar kembali utangnya maka :
Ø Apabila pernyataan itu disampaikan dalam tahun yang sama dengan dilakukannya penghapusn piutang maka dilakukan jurnal pembatalan (di-revers). Tinggal membalik jurnal diatas.
Ø Apabila pernyataan disampaikan dalam tahun sesudahnya dilakukan penghapusan piutang maka, jurnalnya
Piutang Debitur A Rp 2 juta
Laba Piutang tak tertagih Rp 2 juta
2. Metode Cadangan (Allowance for Uncollectible Method), menentukan kerugian putang pada tanggal laporan keuangan dengan memperkirakan jumlah tertentu yang tidak bisa ditagih.
3. Misal Debitur A mencadangkan kerugian piutang sebesar Rp 2juta maka jurnalnya
Jurnalnya adalah :
Ø Pada Waktu ditentukannya cadangan kerugian piutang :
Kerugian Piutang Rp 2juta
Cadangan kerugian piutang Rp 2juta
Ø Apabila timbul piutang tak tertagih
Cadangan Kerugian Piutang Rp 2 juta
Piutang Rp 2juta
Ø Apabila piutang debitur telah dihapus membayar kembali
Piutang Debitur A Rp 2 juta
Cadangan kerugian piutang Rp 2juta
Bagi perusahaan yang senang melakukan spekulasi, maka piutangyang belum jatuh tempo atau belum dibayar oleh penerima jasa atau pembeli produk perusahaan, maka biasanya perusaan melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Menjaminkan piutang (assignment)
2. Menjual piutang (factoring)
3. Menggadaikan piutang (pledging)
Kita bahas satu demi satu penjelasan diatas.
a. Menjaminkan Piutang (Assignment)
Perlu kita pahami istilah – istilah dalam hal ini. Kalau belum mengetahui arti bahasa secara umum bisa dilihat di kamus akuntansi.
Bagi perusahaan yang melakukan penjaminan piutang dinamakan Assignment sedangkan Penjamin piutang dinamakan assignor misalnya bank.
Dalam hal ini perusahaan akan menjaminkan piutang kepada bank yang bertugas sebagai penjamin dan perusahaan (assignment) akan mengangsur kepada assignor apabila piutang sudah tertagih, meliputi pokok pinjaman, biaya pinjaman, dan biaya bungan.
Piutang yang sudah dijaminkan akan mengurangi jumlah aktiva lancar (modal kerja) didalam Neraca. Piutang yang dijaminkan harus dicantumkan secara jelas untuk menunjukkan terbatasnya penguasaan perusaan atas piutang tersebut.
Contoh :
Pada tanggal 5 April 2011 PT. LIES menjaminkan piutang sebesar Rp 5.000.000 dengan memperoleh pinjaman bank “EMAK” sebesar Rp 4.000.000 bungan 10% per tahun dari saldo akhir tahun utang berjalan, beban biaya Rp 300.000.
Jurnal :
5 April Kas Rp 3.700.000*
Biaya Pinjaman Rp 300.000
Utang atas jaminan piutang Rp 4.000.000
· (4.000.000 – 300.000)
(jurnal pada saat menerima dana dari bank atas menjaminkan piutang)
Piutang dijaminkan Rp 5.000.000
Piutang Rp 5.000.000
(jurnal mengakui piutang dijaminkan dengan mengurangi piutang pada Neraca)
Pada tanggal 5 Mei 2011, piutang dibayar ke perusahaan sebesar Rp 1.000.000 dan perusahaan membayarkannya ke bank ditambah bunga.
Jurnalnya :
5 Mei Kas Rp 1.000.000
Piutang dijaminkan Rp 1.000.000
(jurnal pada saat menerima pembayaran piutang dari buyer)
5 Mei Utang atas jaminan piutang Rp 1.000.000
Biaya Bunga Rp 33.333,33
Kas Rp 1.033.333,33
(jurnal ketika perusahaan membayarkan dana yang sudah tertagih kepad bank dengan disertai bunga bank yang sudah disepakati)
· Biaya bunga = 4.000.000 x (10%/12) = Rp 33.333,33
Ingat bahwa bunga didasarkan pada saldo piutang akhir yang dijaminkan ke bank.
Penyajian dalam neraca adalah :
Aktiva Lancar :
Piutang Rp xxxx
Piutang dijaminkan Rp 5.000.000
Piutang atas jaminan Rp 4.000.000
Rp 1.000.000 +
Rp xxx.xxx
Apabila utang atas jaminan dilunasi sebelum debitur melunasi piutangnya maka akun piutang yang dijaminkan dibatalkan.
Piutang Rp xxxx
Piutang dijaminkan Rp xxxx
b. Penjualan Piutang (Factoring)
Apabila perusahaan menjual piutang untuk mendapatkan dana, maka hak tagih berpindah tangan kepada kreditor sebagai penerima jaminan piutang dari perusahaan.
Dalam hal ini piutang yang diakui sebesar piutang bersih yang sudah dikurangi dengan potongan dan cadangan retur atas barang yang rusak maupun yang dikembalikan karena tidak sesuai dengan pesanan dan cadangan penghapusan piutang (tidak tertagihnya piutang). Dalam hal ini pembeli piutang erusahaan akan membayar sebagian saja. Dan rekening piutang didalam neraca dihapus.
Contoh :
Pada tanggal 5 April 2011 PT. LIES menjual piutang sebesar Rp 5.000.000 kepada bank “EMAK” , dan bank EMAK membayar sebesar Rp 4.000.000 discont 5%, sedangkan Rp 1.000.000 (5juta-4juta) ditentukan sebagai cadangan kemungkinan retur dan penghapusan piutang).
Jurnalnya :
5 April 2011 Kas (4 juta – 200.000) Rp 3.800.000
Biaya Penjualan Piutang (4 juta x 5%) Rp 200.000
Piutang pada bank EMAK Rp 1.000.000
Piutang Rp 5.000.000
(jurnal pada saat menerima dana dari Bank Emak disertai biaya-biaya yang timbul).
Apabila timbul pengembalian barang oleh debitur sebesar Rp 200.000 dan penghapusan piutang karena tidak tertagih Rp 100.000 maka jurnalnya adalah :
Retur Penjualan Rp 200.000
Cadangan kerugian piutang Rp 100.000
Piutang pada bank EMAK Rp 300.000
Apabila seluruh piutang yang ditagih oleh bank EMAK sudah lunas maka sisanya menjadi hak perusahaan.
(Rp 5.000.000 – (200.000 + 100.000 + 4.000.000) = Rp 700.000
Jurnalnya adalah :
Piutang/kas Rp 700.000
Piutang pada bank EMAK Rp 700.000
c. Menggadaikan Piutang (Pledging)
Untuk penggadaian piutang (pledging), piutang tetap dicantumkan sebagai aktiva lancar seluruhnya hanya diberi catatan masalah penggadaiannya. Pada prinsipnya sama seperti piutang usaha (utang biasa, utang bank dsb).
4 komentar:
makasih bu
ok sama-sama :)
bermanfaat,,,kebetulan lagi search bwt tugas pencatatan akuntansi piutang, makasih artikelnya ^_^
Salam Blogger Indonesia
Follow & comment juga d http://kevinakbarcitizen.blogspot.com/2012/12/istilah-akuntansi-sd-z.html
Thanks
Dear Kevin,
Ok , alhamdulilah kalo gt ya..
untuk link istilah akuntansinya, sy ngucapin tengkyu banget ya.. masukan positif..
Wah ini juga suka Man City ya.. kebtulan saya juga salah satu "the Citizens loh hehehe..
Ok salam kenal
regards
Poskan Komentar