Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Kamis, 13 Desember 2012

PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

Proyeksi keuangan merupakan perencanaan keuangan perusahaan untuk dimasa mendatang dengan berlandaskan pada laporan keuangan tahun yang lalu.
Perlu diketahui bahwa laporan keuangan yang masih dalam bentuk perencanaan maka didalam laporan keuangan tersebut harus dicantumkan kata “proforma” yang mempunyai arti bahwa laporan keuangan menunjukkan ikhtisar kondisi keuangan perusahaan yang belum dilaksankan. Informasi yang didalamnya masih dalam bentuk proyeksi/perencanaan mengenai kondisi keuangan dimasa yang akan datang.
Contoh mengenai arti kata Proforma / Rancangan dalam dunia kerja
Catatan sedikit : saya sebagai seorang accounting sering kali menerima Invoice dari luar negeri (import) mengenai produk yang akan dikirim ke perusahaan kami berdasarkan PO (purchase Order) yang sudah kami ajuka sebelumnya. Oleh pihak eksportir tidak langsung meng-approved PO kami, tetapi mereka memberikan proyeksi/langkah awal dalam menyetujui atas PO yang sudah kami kirim sebelumnya.
Didalam Proforma Invoice tersebut tercantum mengenai :
1.      Tindak lanjut atas PO No. yang sudah dikirim perusahaan;
2.      Alamat dan nama tertuju yang sudah ditunjuk perusahaan dalam PO;
3.      Jenis barang, kuantitas dan harga per unit barang sesuai pesanan;
4.      Tawaran / produk lain yang sejenis  dengan kualifikasi PO yang sudah dikirim. Hal ini apabila pihak eksportir mengalami kekosongan barang yang sudah dipesan oleh customer-nya. Sehingga pihak eksportir akan memberikan gambaran atau penawaran lain atas barang yang berbeda tapi punya kualifikasi dan manfaat serta harga yang hamper sama.
Setelah proforma invoice ini sudah diterima oleh perusahaan maka akan ada bagian analisa mengenai data-data barang yang akan di kirim oleh eksportir apakah sudah sesuai dengan pesanan ataukah tidak. Apabila sudah OK maka perusahaan akan memberikan konfirmasi kepada eksportir untuk melanjutkannya kalau tidak OK maka aka nada negosiasi kembali di antara kedua belah pihak.
Wujud dari terealisasinya kesepakatan antara eksportir dan perusahaan adalah dikeluarkan Invoice (tanda ada kata “Proforma” lagi).
Contoh diatas bisa kita hubungkan kedalam pembuatan LK baik yang masih ber-proforma ataukan sudah tanpa “proforma”.

Yang perlu di perhatikan dalam membuat proforma LK adalah :
a.       Data keuangan yang akan kita buat rancangan misal Neraca ataukah L/R ataukah item L/R yaitu penjualan dll. Data ini riil atau data sebenarnya di tahun yang sudah terjadi.
b.      Menyiapkan besaran angka proyeksi yang akan dilakukan. Meskipun besaran angka proyeksi ditetapkan berdasarkan angka dari laporan keuangan yang lalu dan harga pasar, tetapi karena angka proyeksi ini harus mengkalkulasi adanya nilai waktu yang (inflasi dan deflasi), maka angka2 tersebut berbeda.
c.       Besarnya proyeksi ditentukan dengan nilai yang lebih besar menuju kearah kebaikan dari angka yang sudah terjadi (LK yang terdahulu).

Berdasarkan data yang saya peroleh klik disini ada beberapa proses dalam penyusunan proyeksi diantaranya adalah :

a.       Interaksi; proyeksi dibuat dengan mengkombinasikan antara proposal investasi dan pilihan pendanaan yang digunakan
b.      Pilihan alternative (options); proyeksi yang dibuat dengan memberikan kesempatan perusahaan untuk menentukan beberapa alternative pilihan berdasarkan scenario yang telah ditentukan
c.       Kelayakan/Feasibility; proyeksi harus dibuat dengan pertimbangan akal sehat dan sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan
d.      Hindarkan kejutan (avoiding Surprises); tidak seorangpun yang ingin gagal dan merencanakan untuk gagal.

Contoh :
Proyeksi Laba Rugi
Di tahun 2011 PT. LisDa menetapkan omzet penjualan naik 15% dari total penjualan bersih ditahun yang sama adalah 3 Milliar. Total biaya sebesar Rp 500 juta bisa ditekan 10%, dan biaya bunga bisa ditekan 5% karena deflasi.
Dari data ini maka bisa dibuat table proyeksi :
Laporan L/R PT. LisDa per 31/12/2011 (Rp)
Laporan L/R Proforma PT. LisDa per 31/12/2012 (rp)
Penjualan Bersih
3.000.000.000
Penjualan Bersih naik 15%
3M + (3M*0.15)
3.450.000.000
Total Biaya
(500.000.000)
Total Biaya turun 10%
500 juta – (500juta*0.10)
450.000.000
EBIT
2.500.000.000
EBIT
3.000.000.000
Bunga 10%
250.000.000
Bunga turun 5%
150.000.000
EBT
2.250.000.000
EBT
2.850.000.000

Nah, dari perhitungan diatas sudah jelas bahwa EBT di dalam Laporan L/R tahun 2011 adalah Rp 2.250.000.000 dan ditahun 2012 EBT nya adalah Rp 2.850.000.000. Namun perlu diingat bahwa hasil realisasi EBT untuk tahun 2012 nanti belum tentu dapat sebesar angka yang diproyeksikan. Dalam aktulanya angkanya bisa > atau = atau <. Hal ini tergantung dr kondisi internal dan eksternal perusahaan.
Model proyeksi diatas mungkin bisa dikatakan sangat sederhana. Perusahaan bisa menargetkan rasio-rasio keuangan untuk menentukan item-item dalam LK, memerhatikan kapasitas sumberdaya yang dimiliki seperti tenaga kerja, mesin, ruang kantor dan peralatan dan asumsi yang dibuat harus realistis.

Untuk mengetahui contoh pembuatannya saya lanjutkan ke materi berikutnya. Tetep stay join dan selalu lihat di kolom CONTOH SOAL di halaman blog ini juga…*niceee 

Kelemahan dalam Model Proyeksi Keuangan (sumber klik disini)
1.      Model proyeksi keuangan tidak mengindikasikan kebijakan keuangan mana yang paling baik, namun hanya menggambarkan beberapa alternative kondisi;
2.      Banyak simplifikasi dari keadaan sebenarnya sedangkan keadaan sebenarnya dapat berubah menjadi hal yang tidak diduga sebelumnya;
3.      Tanpa perencanaan jangka pendek perusahaan seperti dalam laut yang berombak tanpa kemudi untuk pegangan. Perencanaan keuangan harus diterjemahkan dalam detail anggaran keuangan dan operasi.

Kesimpulan
1.      Perencanaan keuangan mengharuskan perusahaan berpikir tentang masa depan dan menyusun proyeksi;
2.      Penyusunan proyeksi meliputi :
a.       Mengembangkan model keuangan perusahaan;
b.      Menjelaskan scenario yang berbeda di masa mendatang dari kondisi terbaik;
c.       Menggunakan model untuk mengkontruksi proforma LK;
d.      Menjalankan model dengan beberapa scenario yang berbeda (analisis sensitivitas);
e.       Mengevaluasi implikasi dari perencanaan strategis.

Semoga Bermanfaat…

Tidak ada komentar: