Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Selasa, 03 Juli 2012

DASAR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN ETAP


Perusahaan telah menetapkan SAK ETAP untuk penyusunan LK yang dimulai pada 1 Januari 2010. Oleh karena itu LK tahun 2010 disajikan berdasarkan SAK ETAP.
a.       Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas setara kas entitas, yang menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi satu periode dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan. Cerukan bank pada umumnya termasuk aktivitas pendanaan sejenis dengan pinjaman. Namun, jika cerukan bank dapat ditarik sewaktu-waktu dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan kas entitas, maka cerukan tersebut kompunen kas dan setara kas.
b.      Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Pembukuan perusahaan diselenggarakan dalam mata uang rupiah. Sedangkan transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam rupiah dengan kurs yang berlaku saat terjadinya transaksi.
Pada tanggal neraca, saldo asset dan kewajiban moneter mata uang asing dijabarkan kedalam rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dibebankan atau dikreditkan pada lapran L/R tahun berjalan.
c.       Kas dan setara kas
Kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka pendek lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang.
Kas dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya disajikan sebagai “kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya”.
d.      Transaksi-transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana diatur SAK ETAP bab 28, “pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.”
Semua transaksi-transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan persyaratan dan kondisi yang sama  atau berbeda apabila dilakuka dengan pihak ketiga telah diungkapkan dalam LK.
e.       Piutang usaha
Piutang usaha disajikan sebesar jumlah neto setelah dikurangi dengan penyidihan piutang tak tertagih berdasarkan review individual masing-masing saldo piutang pada akgir tahun. Piutang usaha dibedakan menjadi piutang yang mempunyai hubungan istimewa dan piutang pihak ketiga.
f.        Piutang retensi
Merupakan piutang perusahaan kepada pemberi kerja yang akan dilunasi oleh pemberi kerja setelah pemenuhan kondisi yang ditentukan dalam kontrak.
Piutang retensi dicatat pada saat penerimaan kas atas tagihan termin yang ditahan oleh pemberi kerja sejumlah persentase yang telah ditetapkan dalam kontrak sampai dengan masa pemeliharaan.
g.       Tagihan bruto kepada pemberi kerja
Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan piutang perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak kontruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam pelaksanaan. Tagihan bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah laba yang diakui dikurangi kerugian yang diakui dan termin.
Tagihan bruto diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam beria acara penyelesaian yang telah disahkan oleh pemberi kerja atau yang mewakilinya yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan antara tanggak berita acara progress fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal neraca.
h.      Investasi pada efek tertentu
Investasi paa efe tertentu diklasifikan efek yang dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity), diperdagangkan (trading) dan tersedia untuk dijual (available for sale). Klasifikasi ini tergantung pada tujuan pada saat investasi diperoleh manajemen mementukan klasifikasi yang tepat untuk investasi tersebut pada saat perolehan.
Investasi pada efek yang diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo apabila menajemen bermaksud dan mampu untuk memiliki efek tersebut hingga jatuh tempo. Efek tersebut dicatat sebesar harga perolehannya setelah dikurangi dengan diskonto atau premium yang belum diamortisasi.
Investasi pada efek yang dibeli atau dimiliki untuk dijual dalam waktu dekat diklasifikasikan sebagai efek yang diperdagangkan dan diakui sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dicatat pada laporan L/R.
Investasi pada efek yang tidak diklasifikasikan sebagai yang dimiliki hingga jatuh temp maupun yang dipergadangkan dan efek ekuitas  yang tidak diklasifikasin sebagai yang diperdagangkan, diklasifikasikan sebagai efek yang tersedia untuk dijual dan dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi disajikan pada bagian ekuitas.
Investasi pada efek yang nilai wajarnya telah tersedia, dicatat sebesar harga perolehan dan penyidihan penurunan nilai investasi dilakukan apabila nilai investasi telah mengalami penurunan yang permanen.
Harga pokok efek yang dijual ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Dividen dari investasi pada efek ekuitas diakui pada saat diumumkan.
Efek yang diperdagangkan, diperjualbelikan pada pasar yang aktif dan nilai berdasarkan harga pasar pada saat penutupan perdagangan pada tanggal 31 Desember dengan mengacu pada kutipan harga di bursa saham.
Efek yang diperdagangkan diklasifikasikan sebagai asset lancar karena investasi tersebut diharapkan dapat direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal neraca.
Dalam laporan arus kas, kas yang diperoleh dari (digunakan untuk) efek yang diperdagangkan disajikan dalam aktivitas operasi sebagai bagian dari perubahan modal kerja. Dalam laporan laba rugi, perubahan nilai wajar efek yang diperdagangkan dicatat sebagai bagia dari pendapatan operasional lainnya.
i.         Investasi pada anak perusahaan dan perusahaan asosiasi
Anak perusahaan adalah entitas yang dikendalikan olen entitas induk. Pengendalian adalah kemampuan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional dari suatu entitas sehingga mendapatkan manfaat dari ekuitas tersebut.
Perusahaan asosiasi adlah suatu entitas dimana perusahaan mempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakn entitas anak ataupun bagian dalam joint venture.
Perusahaan mencatat investasi pada anak perusahaan dengan metode ekuitas (equity method) sedangkan investasi pada perusahaan asosiasi dicatat dengan metode biaya (cost method).
Anak perusahaan tidak dikonsolidasikan dalam LK perusahaan.
j.         Persediaan
Persediaan dinyatakan dengan biaya atau nilai realisasi bersih mana yang lebih rendah. Penilaian biaya ditentukan berdasarkan metode MPKP (FIFO).
Penyisihan untuk persediaan using dan lambat bergerak ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penyajian masing-masin jenis persediaan pada masa mendatang.
k.       Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi berdasarkan periode penggunannya dengan metode garis lurus.
l.         Property investasi
Merupakan tanah atau bangunan yang dimiliki untuk disewa operasi atau kenaikan nilai, dan tidak digunakan atau dijual dalam kegiatan operasi perusahaan.
Pada saat pengakuan awal, property investasi diukur sebesar biaya perolehannya. Setelah perolehan awal property investai diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai. Biaya perolehan property investasi meliputi harga pembelian dan setiap pengeluaran yang didapat didistribusikan secara langsung.
m.    Asset tetap
Disajikan sebesar harga perolehan setalah dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Tariff penyusutan asset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis asset tetap dengan rincian sebagai berikut :



TARIF
Gedung dan Pabrik
5% s/d 10%
Mesin
6,25 % s/d 12,5%
Peralatan Kantor
25%
Kendaraan
12,5% s/d 25%
Perabot dan perlengkapan kantor
25%

Pengeluaran untuk perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan L/R pada saat terjadinya. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau member manfaat ekonomis dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Asset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok  asset tetap yang bersangkutan, dan laba atau rugi yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
  1. Sewa
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa mengalihkan secara substansial seluruh manfaat dan resiko kepemilikan asset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh manfaat dan resiko kepemilikan asset. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
  1. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan terdiri dari penjualan barang dan jasa. Pendapatan diakui sebagai berikut :
  1. Penjualan barang
Diakui kerika perusahaan telah mengirim produknya kepada pelanggan, pelanggan telah menerima barang dan terdapat keyakinan yang memadai bahwa piutang dari penjualan tersebut akan dapat tertagih.
  1. Penjualan jasa
Diakui dalam metode periode akuntansi kerika jasa diberikan, dengan memperhitungkan tingkat transaksi, yaitu proporsi jasa actual yang diberikan dibandingkan dengan jasa secara keseluruhan.
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual)
  1. Pajak penghasilan
Perusahaan mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode tersebut, perusahaan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai asset. Perusahaan tidak mengakui adanya pajak tangguhan.
  1. Imbalan pasca kerja
Perusahaan mengakui kewajiban imbalan pasca kerja sebagaimanan diatur dalam SAK ETAP bab 23 “Imbalan kerja”. Pengakuan kewajiban tersebut didasarkan pada ketentuan UU ketenagakerjaan No. 13/2003. Dalam ketentuan tersebut perusahaan diwajibkan untuk membayarkan imbalan kerja kepada karyawannya pada saat mereka berheni bekerja dalam hal mengundurkan diri, pension normal, meninggal dunia dan cacat tetap. Besarnya imbalan pasca kerja tersebut terutama berdasarkan lamanya masa kerja dan kompensasi karyawan pada saat penyelesaian hubungan kerja. Pada dasarnya imbalan kerja berdasarkan UU ketenagakerjaan No. 13/2003 adalah program imbalan pasti.
  1. Kewajiban kontijensi
Merupakan kewajiban potensial yang belum pasti, perusahaan tidak mengakui kewajiban kontijensi sebagai kewajiban. Kewajiban kontijensi diungkapkan pada  tanggal pelaporan, uraian dan sifat kewajiban kontijensi jika praktis dilakukan.

Sumber : Laporan PT. ETAP 2009/2010 (Seminar Nasional 5 April 2011)

1 komentar:

alef mengatakan...

Assalamu'alaikum.....
saya lagi butuh info tentang pembukuan/laporan keuangan koperasi nih.... tolong dibahas dong.... terutama yg sekarang ini yg sesuai dg PSAK no. 27 revisi 2012.

terima kasih.
wassalamu'alaikum wr. wb.