Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Jumat, 23 Desember 2011

ILUSTRASI DAN PENJELASAN PSAK 14

Biaya Pembelian
Biaya pembelian persediaan meliputi harga pokok pembelian, bea masuk, dan pajak lainnya (kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh perusahaan kepada kantor pajak), biaya pengangkutan, penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat didistribusikan pada perolehan barang jadi, bahan dan jasa. Diskon dagang (trade discount), rabat,dan pos lain yang serupa dikurangkan dalm menentukan biaya pembelian.

Biaya Konversi
Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi dan biaya overhead produksi tetap dan variable yang dialokasikan secara sistematis, yang terjadi dalam proses konversi bahan menjadi barang jadi. 

Biaya Overhead produksi tetap adalah biaya produksi tidak langsung yang relative konstan, tanpa memerhatikan volume produksi yang dihasilkan , seperti penyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik, biaya manajemen dan biaya adsminitrasi pabrik.
Biaya Overhead Produksi variable adalah biaya yang berubah secara langsung, atau hampir secara langsung, mengikuti perubahan volume produksi, seperti bahan dan upah tidak langsung.
Pengalokasian biaya overhead produksi tetap ke biaya konversi didasarkan pada kapasitas normal fasilitas produksi.
Kapasitas normal adalah produksi rata-rata yang diharapkan akan tercapai selama suatu periode atau musim dalam keadaan normal, dengan memperhitungkan hilangnya kapasitas selama pemeliharaan terencana.Tingkat produksi actual dapat digunakan bila mendekati kapasitas normal. Pembebanan biaya overhead produksi tetap pada setiap unit produk tidak bertambah sebagai akibat dari rendahnya produksi atau tidak terpakainya kapasitas pabrik. Biaya overhead yang tidak teralokasi diakui sebagai beban pada periode terjadinya.
Dalam periode produksi luar biasa tinggi, biaya overhead yang dialokasikan pada unit produk diturunkan, agar persediaan tidak dinilai di atas biaya. Biaya overhead produksi variable dialokasikan pada unit produksi atas dasar penggunaan fasilitas produksi yang sebenarnya.

Proses produksi mungkin menghasilkan lebih dari satu jenis produk secara serentak. Hal tersebut terjadi karena apabila perusahaan menghasilkan produk bersama (joint product) atau bila terdapat produk utama dan produk sampingan. Bila biaya konversi tidak dapat diidentifikasikan secara terpisah, biaya tersebut dialokasikan antarproduk secara rasional dan konsisten.

Pengalokasian misalnya dapat dilakukan berdasarkan perbandingan harga jualuntuk masing-masing produk., baik pada tahap proses produksi saat produk telah dapat diidentifikasikan secara secara terpisah maupun pada saat produksi telah selesai.
Sebagian besar produk sampingan pada hakekatnya tidak material. kalau penilaian demikian maka produk sampingan sering kali dinilai berdasarkan nilai realisasi dan nilai tersebut dapat dikurangkan pada biaya produk utama. Dengan demikian, nilai produk utama tidak berbeda secara material dari biayanya. 

Biaya Lain-lain
Biaya ini dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau dipakai.
Contohnya adalah :
  1. Biaya pemborosan bahan, upah atau biaya produksi lainnya yang tidak normal;
  2. Biaya penyimpanan, kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksi sebelum dilanjutkan pada tahap produksi selanjutnya.
  3. Biaya adsministrasi dan umum yang tidak memberikan sumbangan untuk membuat persediaan berada dalam kondisi dan lokasi sekarang; dan
  4. Biaya penjualan.
Dalam keadaan tertentu biaya pinjaman (borrowing cost) dimasukkan sebagai biaya persediaan sesuai dengan pernyataan akuntansi keuangan tentang hal tersebut.

Biaya Persediaan Pemberian Jasa
Biaya Persediaan perusahaan jasa terutama meliputi upah dan biaya personalia lainnya yang secara langsung menangani pemberian jasa, termasuk tenaga penyelia, dan overhead yang diatribusikan.

Tekhnik Pengukuran Biaya
Meliputi biaya standar atau metode eceran (retail method), demi kemudahan dapat digunakan bila hasilnya mendekati biaya historis.
Biaya standar memperhitungkan tingkat normal penggunaan bahan dan perlengkapan (supplies), upah, efisiensi, dan pemanfaatan kapasitas.
Yang dimaksud dengan identifikasi khusus biaya adalah atribusi biaya kebarang tertentu yang diidentifikasi dalam persediaan. Cara ini merupakan perlakuan yang sesuai bagi barang yang dipisahkan untuk proyek khusus, baik yang dibeli maupun dihasilkan. Namun demikian identifikasi khusus biaya tidak tepat bagi sejumlah besar barang homogen yang dapat menggantikan satu sama lain (ordinary interchangeable). Dengan demikian metode pemilihan barang yang masih berada dalam persediaan dapat digunakan untuk menentukan di muka dampaknya terhadap L/R periode berjalan.

Nilai Realisasi Bersih
Biaya persediaan mungkin tidak akan diperoleh kembali (recoverable) bila barang rusak, seluruh atau sebagian barang telah using, atau bila harga penjualan menurun. Biaya persediaan juga tidak akan diperoleh kembali apabila estimasi biaya penyelesaian atau estimasi biaya penjualan meningkat.
Estimasi nilai realisasi bersih didasarkan pada bukti paling andal yang tersedia pada saat estimasi dilakukan terhadap jumlah persediaan yang diharapkan dapat direalisasi. Estimasi ini mempertimbangkan fluktuasi harga atau biaya yang langsung terkait dengan peristiwa yang terjadi setelah akhir periode sepanjang peristwa tersebut menegaskan (confirm) kondisi yang ada pada akhir periode.

Pengakuan sebagai Beban
Proses pengakuan nilai tercatat persediaan yang telah dijual sebagai beban menghasilkan pengaitan (matching) beban dengan pendapatan.
Beberapa persediaan dapat dialokasikan kerekening asset lainnyaseperti perusahaan yang digunakan sebagai kompunen asset tetap yang dibangun sendiri, pabrik atau peralatan. Persediaan yang dialokasikan ke asset lain dengan cara ini diakui sebagai beban selama masa manfaat asset turun.

Tidak ada komentar: